Evaporator recycling solvent

Alat penguapan pelarut hasil ekstraksi bahan obat alam/jamu.

Bengkel peralatan produk herbal

Suasana bengkel "Lansida Group"

Berbagai kapasitas alat suling minyak atsiri

Perlengkapan alat destilasi Lansida Group siap packing yang akan dikirim ke alamat customer.

Alat suling minyak atsiri skala rumah tangga

Salah satu produk alat suling type kukus kohobasi skala rumah tangga.

Tampilkan postingan dengan label Kosmetikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kosmetikologi. Tampilkan semua postingan

Konditioner Rambut

Kondisioner dapat memberikan kehidupan, kekuatan, kelembutan, volume, bentuk, kilau, sentuhan seperti sutra bagi rambut sehingga rambut mudah ditata. Kondisioner diharapkan dapat memperbaiki rambut yang antara lain :
  1. Mengalami bleaching atau keriting permanen,
  2. Rusak karena terlalu sering di-shampoo,
  3. Rusak karena perawatan yang kasar (blow-drying, penyikatan),
  4. Rusak karena iklim (terpapar matahari terus-menerus) Penyebab internal.
Cara kerja konditioner
-mengganti kekurangan sebum yang dihasilkan oleh kelenjar sebaceous
-memperbaiki membrane perlindungan
-mengisi celah
-mengecilkan atau merapatkan jarak kutikula

Konsep substantivenya adalah penyerapan bahan dasar konditioner secara memadai. Substantivity akan meningkat jika rambut rusak dan lepek.

Surfaktan Kationik
Suffaktan kationik banyak digunakan dalam conditioner. Namun demikian perlu diminimalkan iritasi pada rambut dan kulit kepala. Surfaktan ini memberikan sifat indah pada rambut seperti memberi bentuk, kelembutan, volume dan kekuatan terhadap rambut.
Contoh surfaktan kationik :
-ethoxylated quaternary ammonium phosphate (sebagai contoh, Dehyquart SP – Henkel),
-asam amino-amida quaternary yang diperoleh dari asam lanolin (Lanoquats-Emery) dan minyak mink
-derivat N-acyl colaminoformyl-methylpyridinium (Emcol E607S – Witco)

Polimer Kationik
Polimer kationik dapat menghasilkan efek kondisioner yang tinggi.
Yang termasuk polimer kationik antara lain :
-derivate selulosa kationik (Polymer JR)
-copolymer vinylpyrrolidone dimethylaminoethyl methacrylate quaternary
-epichlorhydrin cross-linked polymer adipic acid-diethylenetriamine
-polyathyleneimines
-copolymer piperazine
-silicon kationik

Kekurangan dari polimer kationik yaitu mempunyai substantivitas tinggi. Untuk membantu mengurangi substantivitas dapat digunakan Sodium chloride.

Leave-on Protein Kondisioner
Merupakan kondisioner yang mengandung 5% protein hewan hidrolisasi (Lexein X-250 – Inolex Group).
Sebanyak 95% kerusakan rambut bercabang dapat diperbaiki

Bahan Berminyak
Bahan berminyak membantu mengurangi gesekan antar serat dan efek abrasi akibat perawatan. Bahan berminyak memperbaiki kondisi rambut dengan penyamarataan derajat permukaan maupun dengan penyalutan menggunakan bahan yang berindek bias tinggi.
Contoh :
Minyak silikon merupakan :
Derivat lanolin lanolin hydroxylated dan acetylaed
Ester lanolin
Campuran berlemak : alkohol lemak, lilin alami (beeswax, spermaceti), alcohol etoksilasi, asam lemak & lilin, asam lemak ester, polietilenglikol, lecitin, minyak almond, avocado, mink, castor, wheat germ
Asam lemak laktat
Resin perfluorocarbon seperti polimer tetrafluoroethylene dan hexafluoropropylene

Contoh formula
kondisioner yang diaplikasikan tanpa dibilas :

Gafquat 734 0,5%
Cetyl trimethyl ammonium chloride 0,3%
Ethanol 10,0%
Water q.s. to 100,0

Krim (jaman dulu) untuk perawatan dan perbaikan rambut kering/rusak :
Beef marrow 35%
Almond oil 40%
Mink oil 15%
Deodorized castor oil 10%

Contoh Formula Hair conditioning lotion
A        Propylene glycol  5,0
          Glyceryl stearat 3,0
          Sorbitan stearat  1,5
          Polysorbate 20  2,5
          Mineral oil, 70 vsc. 3,5
          Cetyl alcohol 3,0
          Stearic acid 1,5
B        Lanolin quartenary  5,0
          PEG 75 lanolin oil hydrolysed animal protein 5,0
          Propyl paraben  0,1
          Metyl paraben 0,2

C        Demineralized water 69,7

Prosedur : Panas A dan B secara terpisah sampai 75ºC. Tambahkan B ke A dengan cepat kemudian tambahkan C. Dilanjutkan dengan mencampur dan kemudian mendinginkannya pada suhu ruangan.

Formula Produk Hair Tonic

Ada 2 kategori yang termasuk definisihair tonic” yaitu:
  1. Produk pengobatan yang dapat mengatasi berbagai macam masalah pada rambut dan kulit kepala, misalnya: rambut berminyak, ketombe, rambut rontok.
  2. Kondisioner, yang kebanyakan digunakan oleh para wanita, dengan tujuan untuk memperbaiki, mengembalikan dan memelihara kondisi dari rambut. Pada kondisoner biasanya ditambahkan produk pembilas yang bertujuan untuk meluruskan rambut yang kusut sehingga rambut menjadi lebih mudah disisir.

Medicated products (Produk Pengobatan)
Produk pengobatan bertujuan untuk menyembuhkan, mengurangi, mengendalikan fenomena ketidakindahan pada rambut yang disebabkan oleh beberapa abnormalitas dari fungsi kulit kepala. Walaupun produk pengobatan sebelumnya terbuat dari komponen berupa irritant, keratolitik, rubefacient tetapi sekarang produk pengobatan cenderung berupa perawatan untuk mengembalikan rambut ke kondisi normal.

Produk pengobatan dapat mengatasi berbagai macam masalah pada rambut dan kulit kepala, yaitu:
a . Dandruff ( Ketombe )
Ketombe dihasilkan dari kelebihan kulit kepala tanpa tanda klinis berupa inflamasi. Ketombe biasanya diikuti sebuah perkembangbiakan dari beberapa mikroorganisme dan terutamanya berupa sporulasi dari jamur, misal: Pityrosporum ovale karena kulit kepala merupakan lingkungan yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme. Antiketombe biasanya mengandung antimikrobia yang bertujuan untuk mencegah proliferasi (misalnya: derivat 2-pyridine-thiol-N-oxide, benzalkonium, cetyltrymethylammonium, chlorophenol, kompleks PVP-iodine,oxyquinoline dan 5,7-dichloro-8-hydroxyquinoline) dan keratolitik yang berfungsi untuk membersihkan kulit kepala dengan cara mengangkat kulit mati (misalnya: resorcinol, asam salisilat dan selenium disulfida). Contoh formula antiketombe adalah sebagai berikut:
Item
Jumlah (%)
*Bis (2-pyridyl-1-oxide) disulphide soluble complex
0,15
Champor
0,10
Menthol
0,05
Ethanol
50,00
Water
q.s. to 100
*Magnesium sulphate or calcium chloride complexes

Clear anti-dandruff rinse
Item
Jumlah (%)
Stearyl dimethylbenzylammonium chloride
5,00
Cetyltrimethylammonium chloride
0,25
Tallow amido propylamine oxide         
3,00
Propylene glycol
3,00
Hydroxypropylmethyl cellulose
0,6
Distilled water
q.s. to 100

b. Greasy Hair and Scalp ( Rambut berminyak dan kulit kepala )
Sheborrea dihasilkan dari sekresi sebum yang berlebihan oleh kelenjar sebaceous yang dapat menyebabkan rambut menjadi tampak berminyak dan menyebabkan rambut menjadi kusut sehingga debu mudah menempel pada rambut. Salah satu cara untuk mengurangi kelebihan sebum adalah dengan menggunakan perawatan oil-repellent  untuk menyimpan komponen lipofobik ke dalam rambut, yang dengan menggunakan campuran hidrofobik dan lipofobik terfluorinasi, (misalnya: CF3(CF2)X(CH2)YZ, dimana Z adalah air atau golongan minyak yang dapat larut seperti anionik, kationik, nonionik atau amfoterik, X=7-11, Y= 0-4). Contoh formulasi yang dapat memperlambat pengeluaran minyak hingga 85 % adalah sebagai berikut:                      
Item
Jumlah (%)
Ethanol
30,0
Water
69,7
Polyoxyethylene polymethylsiloxane
0,1
Perfluorononanoic acid  
0,1
Perfume
0,1

Bahan penyerap minyak dapat digunakan amilum dan silika yang dapat memelihara rambut agar tetap kelihatan bersih dalam waktu yang lebih lama. Bahan penghambat sintesis sebum dapat berupa derivat thiolanediol, polyunsaturated acids , misalnya: eicosa-5:8:11:14-tetraynoic acid, 5-phenylpentadienoic acid, N’-sebacoyl dimethionine. Contoh bahan lain dengan tujuan yang lebih spesifik, yaitu bertujuan untuk berinteraksi dengan androgen sehingga dapat menginduksi sekresi sebum dapat digunakan steroid, atau non steroid antiandrogen seperti flutamide.
Lotion dengan bahan dasar mengandung antioksidan sebagai contoh alkyl gallates, t-butyl hydroxyanisole dapat mencegah perubahan peroksidatif dari sebum pada rambut dan kulit kepala. Agen antimikrobial yang dapat ditambahkan untuk mengurangi atau mengontrol enzim (misal: lipase) sehingga lotion terbebas dari bakteri dan jamur. Aplikasi alkohol 70% (isopropanol alkohol) sebagai hair tonic berfungsi untuk menggantikan lipid kulit kepala pada rambut.

c. Hair loss (Rambut rontok)
Penyebab rambut rontok sangat luas dan biasanya kompleks. Rambut rontok dapat disebabkan oleh sheborrea, ketidakseimbangan hormon, sebuah luka, penyakit infeksi, efek dari beberapa obat, anaemia atau sebuah perawatan dengan menggunakan radiasi, dll. Ada 5 metode yang dapat meningkatkan pertumbuhan rambut, yaitu:
- Meningkatkan anagen pertumbuhan rambut.
- Memproduksi folikel baru atau memperbanyak folikel.
- Memperpanjang fase anagen atau memperpendek fase telogen.
- Mencegah atau menunda fase telogen.
- Menginisiasi anagen dalam folikel pada fase telogen.

Pola normal kebotakan pada pria, telah diketahui bahwa ada pemendekan dari siklus rambut. Pada penderita alopecia areata, sebagian besar akar rambut ada dalam fase anagen; rambut rontok dengan berbagai penyebab selama fase anagen dan kulit kepala akan botak selama periode catagen dan telogen, dan rambut baru tumbuh pada fase anagen berikutnya. Jika penyakit tersebut sembuh pada periode kebotakan maka rambut baru yang tumbuh akan sehat sepenuhnya, sebaliknya jika penyakit tersebut tidak sembuh maka rambut akan lambat tumbuh atau rambut menjadi tipis dan akan rontok selama fase anagen. Alopecia areata merupakan penyakit autoimun yang disebabkan kekurangan sel T; penyakit tersebut dapat diobati dengan larutan yang mengandung senyawa yang poten yaitu: klorodinitrobenzen yang dilarutkan di dalam aseton.
     Rambut rontok dapat dikaitkan dengan irigasi yang kurang pada kulit kepala dan sejumlah preparasi direkomendasikan mengandung anti-loss yang didasarkan pada penggunaan zat pengiritasi, rubefacient, zat peningkat yang dapat menimbulkan sejumlah besar darah penyuplai nutrisi untuk pertumbuhan rambut.

Rambut rontok juga dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan di dalam pertumbuhan dan pembagian sel germinativum pada rambut. Ketidakseimbangan ini mungkin disebabkan oleh kekurangan beberapa nutrisi dan faktor hormon tertentu. Metabolit testosteron yang berupa 5-α-dihydrotestosterone merupakan penyebab utama ketidakseimbangan tersebut, dapat diobati berdasarkan antiandrogen atau quinon dan fenol, yang dapat menginhibisi produksi metabolit tersebut dengan menggunakan enzim α-reduktase.

Formulation of Medicated Hair Tonics
Beberapa komponen pelengkap yang tidak berhubungan direkomendasikan dalam pengguanaan obat penguat rambut. Untuk membuat penguat rambut yang baik semua bahan harus sama-sama dapat menyatu sesuai dengan komposisinya.
Nutrisi penting untuk biosintesis keratin (contoh : vitamin, sulfur yang mengandung asam amino). Faktor pengatur untuk pengeluaran kelenjar sebaceous. Antiseptik untuk mengatur kondisi kulit kepala yang mungkin terganggu dengan pertumbuhan rambut. Kandungan abu untuk mengurangi gatal-gatal.
Proses penumbuhan rambut terjadi relatif lambat, biasanya pada pemakaian pertama, rambut yang rontok akan meningkat, dan efek penumbuhan akan teridentifikasi sebelum pemakaian.
 
a. Stimulating agents
Banyak komponen yang digunakan sebagai pemacu tumbuhnya rambut diambil dari bahan alam, dimana agen iritannya diduga memiliki efek pemacu tumbuhnya rambut. Komponen yang banyak digunakan adalah tingtur chantaride (yang mengandung lakton yang sangat mengiritasi, yaitu cantharidin); tingtur capsicum (mengandung zat sangat pedas, yaitu capsaicin); tingtur jaborandi dengan pilocarpine sebagai zat aktifnya; dan campuran antara arnica dan tingtur quinquina merah. Urginea maritima, ekstrak rhubarb, champor, b-naphthol, pilocarpine, garam quinine, minyak terpentine. Ester dan garam nicotinic acid, rthyl murni, tetrahydrofurfuryl esters, dan pyridoxine nicotinate, telah diklaim sebagai rubefacient dan agen penetrasi. Sedangkan brassidic acid dan 1-citronellol telah diklaim sebagai acanthogen.

b. Sulphur derivatives
Penggunaan asam amino secara topikal dalam penumbuhan rambut telah diteliti oleh Edward. Beliau memberikan radio-labelled methionine (S35) pada kulit babi Guinea, dan menemukan 1% kandungan sulfur dalam rambut, tetapi bila methionine diberikan dalm makanan babi guinea, sulfur yang ditemukan akan lebih banyak 2-5 kalinya.
Graul et al.memberikan radio-labelled sulfur, methionine, dan methionine esters (S35) pada kulit babi guinea dan ditemukan bahwa penyerapan sulfur lebih besar untuk elemen sulfurnya. Hasil tersebut mengindikasikan pentingnya sulfur dan sulfur berisi asam amino dalam pertumbuhan rambut.
Sistein sendiri, walaupun sangat penting pada pertumbuhan normal, namun sangat tidak stabil dan sedang mencoba dibuat untuk mengatasi kekurangan tersebut. Magnesium cysteinate dalam campurannya bersama magnesium dehydroenolate dan garam magnesium pada asam lemak tak jenuh telah diklaim sebagai pemicu tumbuhnya rambut, kulit, dan kuku. Merupakan turunan yang sangat stabil untuk pemberian topikal, dengan ‘protecting group’ untuk melepaskan sistein bebas secara in situ. Sedangkan S-aralkyl dan S- carboxymethyl cysteine sebagai bahan tambahan yang efisien untuk mengurangi kondisi berminyak pada kulit kepala.

c. Tars
Vegetable tars’ dihasilkan dari karbonisasi kayu khusus (seperti tar minyak cemara, cade, pohon aras) telah dibuktikan dalam kasus gatal-gatal, ketombe, dan kulit kepala kering. Antiseptik dan Adstringen, merupakan campuran komplek dari polyphenils, asam dengan berat molekul tinggi atau alkohol, waxes, keton, dan sebagainya.

d. Vitamin
Aksi topikal dari vitamin sangat kontroversial tetapi jumlah komposisinya tergantung pada penggunaannya. Grup vitamin B (B1, B2, B6, dan B12.), vitamin A dan E, ekstrak biji gandum yang mengandung campuran vitamin, disebutkan juga vitamin F yang terdiri dari asam lemak (tak jenuh) essensial, biotin, vitaminic factor seperti p-amino-benzoic-acid, panthenic acid, dan alcohol panthenol, sangat banyak digunakan. Fungsinya sebagai pemacu sintesis sel. Penggunaan cairan amnion dan ekstrak plasenta juga berperan dalam penyedia nutrisi dan elemen pemacu yang sangat penting untung keratinisasi.

e. Miscellaneous material
Sericine (lem sutra) merupakan serine komplek kaya protein yang tercatat dapat memberikan efek penguat dan efek anti-seborrheic.
Senyawa campuran lainnya yang direkomendasikan sebagai pemacu pertumbuhan rambut yaitu kuning telur, ginseng, serum ular, ferulic acid, cholic acid, 4-iodo-3,5-dimethyl-2-cyclohexylphenol, steroids, hydroperoxides, dan komponen silikon organik-chloromethyl silatrane.

f. Contoh formula
Jaborandi Hair Tonic

Item
Jumlah (%)
Tincture of jaborandi
0.5
Tincture of capsicum
0.5
Isopropyl Alcohol
60.0
Salicylic acid        
0.1
Panthenol   
0.2
Distilled water
38.7

Pelembab Kulit

Definisi pelembab adalah sediaan yang diperuntukkan untuk mencegah penguapan air pada kulit (stratum corneum). Pertimbangan dalam pembuatan pelembab antara lain estetika, persepsi konsumen akan perfomance produk, jenis kulit, lingkungan, tipe kulit berdasarkan ras, faktor usia, bagian tubuh yang akan menggunakan pelembab, pekerjaan, dan sebagainya.

Ada beberapa formula pelembab, antara lain :
  1. Formula I : basis pelembab emulsi O/W yang konsistensi produknya seperti lotion
  2. Formula II : cold cream dengan emulsi W/O yang  sangat kental
  3. Formula III : krim emolien yang tidak menggunakan air dalam formulanya dan konsistensi produknya seperti salep 
  4. Formula IV : basis krim untuk kulit kering dan merupakan emulsi O/W dengan konsistensi yang kental 
  5. Formula V : basis pelembab kosmetik yang banyak digunakan dan merupakan emulsi O/W 
  6. Formula VI : pelembab dalam bentuk gel yang mempunyai viskositas yang tinggi
Perfomance criteria dari suatu produk pelembab, meliputi :
- Estetika
- Pengaruh regulasi
Estetika produk pelembab berkaitan dengan pengemasan produk, pemberian label, pemilihan bahan baku dan pengharum.
Adapun kriteria estetika ditentukan melalui panca indera, rheology dan jaminan penggunaan produk secara kontinyu. Secara rinci diuraikan berikut :

Kriteria Estetika Melalui Panca Indera
1.   Rub-in (penggosokan)
Dapat dilihat dari mudah tidaknya produk menghilang saat pengaplikasian
Berhubungan dengan viskositas
2.   Greasiness (sensasi berminyak)
Ditentukan secara visual dan taktil (tekanan pada sentuhan)
Peningkatan fase air dapat menurunkan sensasi berminyak
Partikel-partikel kecil dari emulsi tipe O/W juga   akan mengurangi persepsi sensasi berminyak pada kulit.
3.   Tackiness (sensasi pekat)
Persepsi pekat dapat dirasakan selama aplikasi dan setelah aplikasi pelembab pada kulit dan dapat berasal dari komponen fase air atau minyak. Minyak pekat seperti lanolin, setil dan setearil alkohol serta silikon yang dimodifikasi mempunyai kekentalan yang tinggi.
Komponen fase air seperti protein, pantenol dan beberapa fase larutan yang kental akan menyebabkan sensasi pekat bila digunakan dalam konsentrasi tinggi.
4. Slip (kemampuan bergulir)
Menunjukkan bagaimana produk melewati kulit dan berhubungan dengan kriteria kerusakan pelembab.
5.   Break (kerusakan pelembab)
Dipengaruhi oleh bahan pengemulsi dalam hubungannya dengan stabilitas
6.   Moisturized after-feel (sensasi lembab setelah pemakaian)
Merupakan faktor yang sangat penting untuk suatu pelembab selain sensasi lembut dan halus pada kulit.

Rheologi
Rheologi adalah ilmu yang mempelajari tentang aliran zat cair dan deformasi zat padat. Rheologi berhubungan erat dengan viskositas yang merupakan suatu pernyataan tahanan suatu cairan untuk mengalir. Semakin tinggi viskositas, semakin besar tahanannya untuk mengalir. Dalam bidang farmasi, prinsip-prinsip rheologi diaplikasikan dalam pembuatan krim, suspensi, emulsi, losion, pasta, penyalut tablet, dan lain-lain. Selain itu, prinsip rheologi digunakan juga untuk karakterisasi produk sediaan farmasi (dosage form) sebagai penjaminan kualitas yang sama untuk setiap batch. Rheologi juga meliputi pencampuran aliran dari bahan, penuangan, pengeluaran dari tube, atau pelewatan dari jarum suntik. Rheologi dari suatu zat tertentu dapat mempengaruhi penerimaan obat bagi pasien, stabilitas fisika obat, bahkan ketersediaan hayati dalam tubuh (bioavailability). Sehingga viskositas telah terbukti dapat mempengaruhi laju absorbsi obat dalam tubuh.
Rheologi berpengaruh dalam proses pembuatan, pengemasan dan distribusi.
Rheologi dipengaruhi oleh tekanan dan kecepatan pengadukan.

Jaminan Penggunaan Produk secara Kontinyu
Suatu produk pelembab yang digunakan secara kontinyu harus memenuhi jaminan dan syarat yang antara lain nyaman digunakan, mudah terabsorpsi dan dapat diterima oleh kulit. Hali ini berkaitan dengan pengaruh regulasi yang meliputi :
  • Interaksi produk dengan kulit
  • Interaksi dengan kulit dan kepastian permintaan
  • Penyesuaian performance dengan fisiologi kulit
Interaksi produk dengan kulit
Formulator harus mendesain jaminan keamanan dari awal sampai akhir pembuatan produk dan kemanjuran menjadi nomor dua. Perlu disadari bahwa penggunaan emulsi dalam waktu lama akan menimbulkan efek merugikan pada kulit.
Pemilihan emulsifikasi memberi dampak pada intoleransi kulit, sering dihubungkan dengan komponen formulasi lain seperti pengharum atau bahan pengawet
Pengunaan pelembab harus memperhatikan hipersensitivitas kulit terhadap bahan pengawet.
Disisi lain sensitifitas kulit terhadap produk dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :
-Konsumen atau pemakai (misal bayi, orang dengan kulit yang sensitif)
-Kondisi penggunaan (kulit bagian mana, seberapa sering pemakaian)
-Rata-rata penggunaan (perhari, perminggu)
-Geografis pemasaran (eropa, asia atau umum)

Interaksi Dengan Kulit dan Kepastian Permintaan
Pemahaman konsumen tentang fisiologi kulit dan produk (bahan-bahan yang tertera dalam label) dapat mempengaruhi jumlah permintaan. Sekarang ini terdapat kecenderungan bahwa suatu produk pelembab dituntut tidak hanya sekedar melembabkan tetapi juga memberikan efek seperti kulit menjadi bersinar, anti penuaan, suns protection dan pembaruan sel.

Penyesuaian Performance Dengan Fisiologi Kulit
Contoh kasus:
Pemakaian UV protection dalam pelembab yang digunakan sehari-hari. Diketahui bahwa orang yang beraktifitas diluar ruangan menunjukkan kenaikan penuaan kulit akibat sinar matahari dibanding dengan yang bekerja di dalam ruangan.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sinar UV gelombang panjang (UVA) membakar sebanyak 1000 kali lebih sedikit dibandingkan dengan UVB (sinar UV gelombang pendek), tetapi tetap masih dapat menyebabkan kerusakan karena naiknya paparan UVA.
Sun protection factors (SPF) mempunyai kemampuan untuk melindungi kulit dari pengaruh sinar UV. SPF 15 direkomendasi untuk perlindungan kulit harian. Pada penggunaan dipantai biasanya butuh pemakaian ulang tiap 1 sampai 2 jam sekali.

Emulsi Kosmetik dan Lotion


Emulsi merupakan sistem multifase di mana salah satu fase (fase kontinyu) mengandung droplet fase yang lain (fase terdispersi). Biasanya emulsi perawatan kulit merupakan sistem dua fase di mana fase kontinyu memiliki volume relatif lebih besar daripada fase terdispersi. Selain bentuk emulsi yang sederhana, terdapat emulsi jenis lain yaitu multiple phase emulsion (misalnya emulsi O/W/O), emulsi liquid kristalin, dll.
Keuntungan penggunaan bentuk emulsi kosmetik antara lain :
1. Ditinjau dari sisi estetika, sediaan emulsi terlihat elegan, lebih menyenangkan dalam penggunaan karena kandungan air dalam sediaan dapat memberikan efek dingin pada kulit bila dibandingkan dengan sediaan yang hanya menggunakan minyak.
2. Dapat dibuat menjadi bermacam-macam bentuk sediaan dengan berbagai sifat
Emulsi dapat dibuat menjadi bermacam bentuk sediaan seperti krim, lotion, susu, dan pasta. Selain itu, emulsi memiliki bermacam sifat bahan penyusun mulai dari yang ringan sampai berat, dari yang berminyak sampai kering, dari yang mudah diabsorpsi sampai yang sulit diabsorpsi (membentuk lapisan film pada kulit).
3. Merupakan inklusi zat aktif karena emulsi dapat mengandung berbagai macam zat aktif, baik yang larut minyak maupun larut air.
4. Dapat menurunkan biaya secara keseluruhan karena adanya kandungan air.

Hal yang harus diperhatikan dalam proses pembuatan emulsi adalah ukuran partikel, energi yang dibutuhkan, dan kondisi selama pembuatan. Masalah yang paling utama dalam pembuatan emulsi kosmetik adalah minyak dan air tidak dapat bercampur. Hal ini disebabkan oleh tingginya tegangan permukaan antarfase sehingga surface energy system juga akan meningkat. Untuk mengatasi hal tersebut maka tegangan permukaan harus diturunkan.
Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk menurunkan tegangan permukaan, yaitu :
1. Cara kimiawi (menggunakan surfaktan atau emulgator)
Emulgator merupakan molekul yang bersifat amfifatik sehingga dapat berikatan dengan fase air dan fase minyak.
2. Cara mekanik (menggunakan pengadukan).
Pengadukan dengan kecepatan tinggi akan menurunkan ukuran partikel fase terdispersi sehingga stabilitas semakin tinggi.

Ada beberapa faktor yang menentukan bentuk sediaan emulsi yaitu pemilihan emulgator, sifat fisika kimia dari komponen fase minyak, volume tiap fase, dan ukuran droplet.

Tipe Emulgator
Tipe-tipe emulgator yang dapat digunakan yaitu :
Emulgator anionik
Emulgator anionik yang diduga pertama kali digunakan adalah sabun. Sabun dihasilkan dari netralisasi asam stearat dengan natrium hidroksida. Sabun mempunyai sisi hidrofilik yang bermuatan dan sisi hidrofobik yang merupakan lemak. Kelemahan dari sabun adalah masalah pH dan mudah dipengaruhi oleh garam logam berat. Oleh karena itu, sabun tidak digunakan lagi sebagai emulgator.
Emulgator anionik yang lebih canggih yaitu minyak kelapa yang dimodifikasi. Minyak kelapa yang dimodifikasi tersebut membentuk basis dari emulgator anionik sulfat dan eter sulfat (seperti natrium lauril sulfat). Selain itu, substitusi eter pada rantai lemak akan mengurangi sifat hidrofobik rantai lemak sehingga menghasilkan sistem emulsi yang kurang menempel pada kulit.

Emulgator nonionik
Emulgator nonionik biasa digunakan dalam pelembab. Emulgator ini tidak mempunyai muatan. Rantai karbon tak jenuh mudah disubstitusi oleh etilen oksida. Proses etoksilasi yang berbeda dapat menghasilkan sifat amfifatik yang berbeda. Apabila panjang rantai karbon dan cabang rantai berbeda maka akan dihasilkan molekul yang berbeda yang dapat digunakan dalam pembuatan produk perawatan kulit.

Emulgator kationik
Emulgator kationik digunakan dalam formulasi produk perawatan kulit. Sebagian besar emulgator kationik dikenal memiliki aktivitas antimikroba. Emulgator tipe ini tidak stabil pada pH tinggi dan konsentrasi ion negatif yang tinggi. Permukaan kulit memiliki muatan negatif sehingga emulgator kationik akan terikat pada kulit.

Emulgator polimerik
Emulgator polimerik biasa digunakan dalam pelembab. Contoh emulgator tipe ini adalah silikon atau asam poliarilik. Polimer ini akan terdistribusi sepanjang permukaan air dan minyak. Sisi lipofilik akan berikatan dengan fase minyak dan sisi hidrofilik akan berikatan dengan fase air.

Pemilihan Emulgator
Sistem HLB (Hydrophilic / Lipophilic Balance) dikenalkan secara sederhana sekitar 50 tahun yang lalu. Nilai HLB menunjukkan keseimbangan antara ukuran dan kekuatan gugus hidrofilik (polar) dengan gugus lipofilik (non polar) dari emulgator.
Semakin polar suatu molekul maka emulgator akan semakin mudah masuk ke fase air dari emulsi tersebut. Sebaliknya semakin non polar bagian yang lain, maka emulgator akan semakin menjadi bagian dari fase minyak. Polaritas relatif tidak hanya akan mempengaruhi posisi akhir emulgator di permukaan tetapi juga mempengaruhi stabilitas dan fluiditas emulsi tersebut.
Sistem HLB menggunakan skala 1-20. Kombinasi emulgator dengan nilai HLB yang berbeda (misal HLB 5 dan HLB 15) dengan proporsi yang sama akan menghasilkan sistem HLB rata-rata (HLB 10). Sistem HLB ini dapat digunakan untuk menentukan emulgator yang tepat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi HLB meliputi faktor kimia, stereokimia, kemurnian tiap emulgator, dan kemampuan untuk bercampur terhadap minyak dan air. Faktor-faktor ini bermanfaat dalam perhitungan HLB. Selain itu bermanfaat untuk menentukan apakah emulsi itu termasuk sistem w/o atau o/w.
Emulgator nonionik paling banyak dipilih karena sistem HLB-nya lebih seimbang daripada emulgator anionik dan kationik. Emulgator anionik lebih tepat digunakan untuk produk-produk leave-on. Campuran emulgator nonionik dan anionik berguna sebagai awal pembuatan emulsi dengan memadukan keuntungan dari kedua tipe emulgator. Emulgator nonionik memiliki keuntungan yaitu lebih stabil pada perubahan pH, sedikit terpengaruh oleh konsentrasi garam, dan lebih mudah dikombinasikan sebagai campuran emulgator.
Campuran emulgator dapat dibuat dengan menggunakan panjang rantai karbon yang sama dan derajat etoksilasi yang berbeda. Meskipun campuran emulgator memiliki HLB yang ekivalen dengan emulgator tunggal pada panjang rantai yang serupa, namun akan menghasilkan emulsi dengan kualitas yang lebih baik.

Stabilitas
Stabilitas adalah keadaan yang menggambarkan bagaimana produk dapat diterima dalam penyimpanan dan penggunaan setelah proses pembuatan, pengemasan, dan penyimpanan sementara di etalase toko.
Beberapa faktor masalah yang  dapat mempengaruhi stabilitas emulsi antara lain :
Masalah
Penyebab
Cara Mengatasi
Koalesensi dari droplet fase terdispersi


Kemungkinan droplet tidak stabil pada antarmuka minyak-air
Gerak Brown

Meningkatkan tegangan antarmuka dengan memilih campuran emulgator yang lebih stabil
Mengubah volume relatif tiap fase
Mengentalkan fase kontinyu

Flokulasi dari droplet fase terdistribusi

Droplet berikatan secara van der waals sehingga menghasilkan droplet yang lebih besar.

Mengubah muatan permukaan droplet.
Mengubah volume relatif tiap fase
Mengentalkan fase kontinyu

Pengendapan atau floating dari droplet fase terdispersi


Perbedaan kecepatan pengendapan yang besar antara fase terdispersi dan fase kontinyu


Mengubah kecepatan pengendapan tiap fase
Mengubah viskositas fase kontinyu
Memperkecil ukuran partikel fase terdispersi
Pembalikan fase





Volume relatif yang tinggi
Ketidakstabilan antarmuka minyak-air


Mengubah volume relatif tiap fase
Mengubah campuran emulgator
Mengubah proses dengan meningkatkan tekanan geser dan mengurangi ukuran partikel
Ostwald ripening
Terbentuknya droplet fase terdispersi yang besar, yang terbentuk dari gabungan droplet ukuran kecil
Ketidakstabilan  permukaan minyak-air
Mengubah sifat kelarutan dari komponen fase terdispersi untuk mencegah migrasi atau perpindahan fase kontinyu



Masalah-masalah tersebut tidak berdiri sendiri-sendiri namun saling mempengaruhi. Sebagai contoh peningkatan viskositas dari fase kontinyu  akan mengurangi efek gerak Brown dari fase terdispersi. Penggunaan bahan tambahan seperti lilin (untuk fase kontinyu yang berupa minyak) atau polimer (untuk fase kontinyu yang berupa air) akan meningkatkan kecepatan pengendapan  dari fase kontinyu, mengubah tegangan antarmuka air-minyak, dan mempengaruhi sifat alir.
Masalah-masalah di atas dapat diatasi dengan penggunaan co-emulsi. Contohnya adalah setil alkohol CH3(CH2)15OH di dalam sistem o/w. Bagian hidrofiliknya (alkohol) akan menempatkan diri pada bagian hidrofil dari emulgator utama. Bagian hidrofobiknya tidak akan compatible dengan fase air tetapi akan lebih mudah bergabung dengan bagian hidrofobik lainnya. Akibatnya beberapa bagian hidrofilik dari emulgator kedua ini akan diproyeksikan kembali ke arah fase air dan bagian hidrofobiknya akan berkumpul membentuk bilayer. Sebagai perluasan dari prinsip ini, sebuah jaringan dengan struktur lamela dapat membentuk matriks di seluruh fase kontinyu sehingga menghasilkan emulsi liquid kristalin.
Keuntungan struktur tersebut adalah dapat menambah stabilitas sistem dan menambah keuntungan dalam perawatan kulit karena efek long-term moisturization, serta memperbaiki estetika. Peningkatan stabilitas disebabkan oleh penggunaan polimer. Beberapa macam polimer yang digunakan pada sistem o/w adalah selulosa dan alginat. Polimer lain yang umum digunakan untuk menstabilkan emulsi adalah sistem co-polimer, polyacrylic acid (karbopol). Pada kasus yang ekstrim, dapat juga berperan sebagai emulgator tunggal dan karbopol termodifikasi dapat membuat emulsi yang “bebas emulgator”.
Pada prinsipnya, penambahan material akan menambah potensial interaksi yang dapat mengakibatkan ketidakstabilan emulsi. Oleh karena itu formulator harus mengerti sifat fisika kimia bahan mentah yang digunakan sehingga menghasilkan produk yang baik, yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Ada berbagai metode yang digunakan untuk mengukur stabilitas emulsi :
Metode
Prinsip
Keterangan
Mikroskopis
Melihat perbedaan fase
Metode ini berguna untuk uji kualitatif
Yang dapat diamati : dark field, kekontrasan fase, cahaya terpolarisasi, dan Nomarski optics
Emulsi biasanya rusak selama proses
Laser particle sizer
Droplet akan berinteraksi dengan sinar laser yang proporsional dengan ukurannya
Dibutuhkan sampel yang cair
Tensiometer
Mengukur tekanan yang dibutuhkan untuk menarik cincin atau piringan melalui interval antara 2 lapisan
Memberikan informasi dasar tegangan antarmuka tetapi hanya dapat dilakukan jika luas permukaan interfase-nya besar

Rheometer
Mengukur perubahan sifat viskoelastis emulsi di bawah tekanan
Kondisi tekanan dan parameter interest spesifik terhadap tipe emulsi
Turbidometer
Memeriksa sifat bulk light scattering
Stabilitas yang besar dapat diuji secara cepat dengan tes percepatan

Stabilitas organoleptis dan fisikokimia
Karakteristik fisikokimia pada tabel di atas dapat membantu menentukan stabilitas. Viskositas dan penampilan mikroskopis biasanya digunakan untuk menentukan stabilitas. Perubahan viskositas yang cepat menunjukkan perubahan struktur emulsi. Peningkatan dan penurunan viskositas dapat mempengaruhi stabilitas dan pengeluaran dari pengemas.
Metode mikroskopis dapat membantu memahami alasan perubahan stabilitas. Dengan metode ini, struktur emulsi dan homogenitas droplet (dalam hal ukuran dan struktur) dapat digambarkan.
Kriteria lain penilaian stabilitas difokuskan pada aspek sensory seperti bau, warna, dan viskositas. Selain itu sifat-sifat objektif seperti pH dan viskositas mudah dicatat, sedangkan test stabilitas dengan sifat-sifat sensory membutuhkan referensi sampel standar, yang biasanya disimpan di suhu kamar.
Di antara faktor-faktor tersebut, pH produk adalah faktor yang paling sering dites dan perubahan pH dapat digunakan sebagai indikator keamanan. Hal ini hanya berlaku untuk emulsi o/w, dan perubahan pH pada formulasi w/o dapat mempengaruhi stabilitas produk keseluruhan.
Karakteristik stabilitas akan ditentukan oleh pengemas. Sementara itu, gelas memiliki sifat inert, sedangkan plastik dapat menyerap bahan baku. Beberapa ester yang digunakan dalam formulasi dapat melarutkan pengemas tipe tertentu. Efek yang dihasilkan bervariasi, mulai dari pelunakan pengemas dan deformasi pengemas sampai berkurangnya kemampuan pengemas sebagai pelindung dari pertukaran gas dan kerusakan oleh mikroba.

Stabilitas mikrobial
Kontaminasi mikroba dapat mempengaruhi keamanan produk. Sumber kontaminasi berasal dari bahan baku, proses dan penyimpanan bahan baku, pengemasan, penyimpanan produk akhir, dan penggunaan dan penyimpanan produk oleh konsumen.
Pengemas produk juga menjadi bagian penting. Pump pack dan squeeze bottles dapat mencegah kontaminasi dari kontak langsung dengan tangan.  Namun squeeze bottles mempunyai kekurangan yaitu dapat mengalami kontaminasi karena adanya peristiwa suck-back. Produk yang digunakan berkali-kali mempunyai ruang udara yang besar dan mengalami kondensasi pada sisi-sisi pengemas yang dapat menciptakan lingkungan yang cocok untuk tumbuhnya mikroba.
Penambahan pengawet dan penggunaan metode barrier (seperti pump pack,  single dose format) merupakan 2 strategi yang umum digunakan sebagai pelindung terhadap kontaminasi setelah proses produksi. Untuk mengurangi kontaminasi selama proses produksi, perlu mengikuti Good Manufacturing Practice (GMP). Bahan baku atau proses yang digunakan tidak boleh meningkatkan resiko kontaminasi mikroba.

BASIC MOISTURE LOTION
Tabel di bawah ini memberikan uraian tentang beberapa macam basis lotion yang berfungsi sebagai pelembab.
Basis lotion
Kegunaan
Keterangan
Air
Pelarut dari bahan aktif
Memberikan efek dingin
Merupakan fase kontinyu
Paraffinum liquidum
Memberikan lapisan occlusiv dari emolient
Menjaga dan membuat kulit menjadi halus
Merupakan disperse phase
Harga murah
Resiko oksidasi rendah
Kemampuan untuk bercampur dengan fase air rendah
Gliserin
Humektan
Secara polar dapat mengikat air
Caprylic/capric triglycerid
Merupakan minyak mineral
Memiliki estetika yang lebih baik  apabila strukturnya ester
Dengan rantai yang relatif pendek, caprylic/capric triglycerid dapat digunakan untuk mengatur karakteristik lotion dalam formulasinya.
Dimethicone
Membuat kulit menjadi licin Sebagai barrier dengan adanya fase minyak.
Adanya perbedaan tingkatan  minyak silikon dalam hal panjang ikatan dan viskositas, akan memberikan manfaat yang berbeda sebagai barier dan memberikan sensasi yang bebeda-beda di kulit.
Gliseril stearat
Emulgator nonionik
Lipofilik > lipofobik dengan HLB 4
PEG100 stearat
Emulgator nonionik
Lipofilik < lipofobik dengan HLB 18
Setil alkohol
Co-emulgator /lilin
Menstabilkan permukaan droplet fase pendispersi
Berperan dalam menetukan viskositas
Karbomer
Cairan pengental
Menaikkan stabilitas,
Menambahkan volume lotion 
Natrium hidroksida
Penetral asam dari karbomer

Tetranatrium EDTA
Sebagai sequestrant, untuk mencegah ion logam berikatan dengan gugus kationik dari cairan pengental
Menjaga stabilitas mikrobial dengan menghilangkan ion logam
Parfum  dan persevative


Agar dapat menggunakan basis-basis di atas, fase minyak harus ada dalam bentuk cairan ketika berada pada suhu kamar. Fase minyak yang tetap berbentuk cair dalam suhu ruangan adalah ester rantai pendek. Selain itu, minyak mineral juga dapat dipakai dengan manfaat dan stabilitas yang lebih baik daripada ester. Resiko minyak mineral untuk menjadi tengik lebih rendah bila dibandingkan dengan ester. Selain itu, minyak mineral juga memiliki harga yang lebih murah. Akan tetapi, estetika yang dihasilkan oleh minyak mineral tidak terlalu bagus, sedangkan ester dapat menaikkan skin-feel tanpa mengurangi lubrisitas. Setil alkohol dapat membentuk stabilitas emulsi dan menjaga viskositas. Penambahan viskositas dari fase air tidak hanya menambah stabilitas, tetapi juga menambah volume lotion. Gliserin yang ditambahkan sebagai pelembab memiliki efektifitas yang lebih baik dibandingkan dengan jenis pelembab lain. Level dari pemakaian gliserin tergantung pada target pemasaran.




Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites