Evaporator recycling solvent

Alat penguapan pelarut hasil ekstraksi bahan obat alam/jamu.

Bengkel alat destilasi Lansida Group

Suasana bengkel produksi mesin penyulingan minyak atsiri "Lansida Group"

Berbagai kapasitas alat suling minyak atsiri

Perlengkapan alat destilasi Lansida Group siap packing yang akan dikirim ke alamat customer.

Alat suling minyak atsiri skala rumah tangga

Salah satu produk alat suling type kukus kohobasi skala rumah tangga.

Kelompok Minyak dan Lemak

Lemak dan minyak merupakan salah satu kelompok yang termasuk golongan lipid. Suatu sifat yang khas dan mencirikan golongan lipid (termasuk minyak dan lemak) adalah kelarutanya dalam pelarut organik (pelarut non polar) dan sebaliknya ketidaklarutannya dalam pelarut air dan pelarut polar lainnya.
Kelompok-kelompok lipid dapat dibedakan berdasar polaritasnya atau berdasar struktur kimia tertentu. 

Kelompok-kelompok lipid tersebut adalah:

1. Kelompok trigliserida (minyak, lemak).

2. Kelompok turunan asam lemak (lilin, aldehid asam lemak).

3. Fosfolipid dan serebrosid (termasuk glikolipid).

4. Sterol-sterol dan steroid.

5. Karotenoid.

6. Kelompok lipid yang lain.

Trigliserida merupakan kelompok lipid yang terdapat paling banyak dalam jaringan hewan dan tanaman. Trigliserida ini merupakan senyawa hasil kondensasi satu molekul gliserol dengan tiga molekul asam lemak.
Reaksi hidrolisis lemak pada gambar diatas menghasilkan gliserol dan asam lemak bebas. R1, R2 dan R3 dapat  berbeda atau sama.

Secara umum, lemak diartikan sebagai trigliserida yang dalam kondisi suhu ruang berada dalam keadaan padat, sedangkan minyak adalah trigliserida yang dalam suhu ruang berbentuk cair.

Metode-metode analisis senyawa-senyawa lemak, resin, dan sebagainya biasanya terdiri atas penentuan sejumlah bilangan-bilangan fisika dan kimia yang umumnya dikenal sebagai suatu konstanta meskipun dalam batas-batas tertentu. Konstanta-konstanta ini jika digabung dengan warna, bau, rasa, dan uji-uji identifikasi khusus merupakan dasar penentuan kemurnian dan kualitas senyawa-senyawa tersebut.

Bahan Tambahan pada Makanan

Bermacam-macam jenis bahan makanan tambahan yang beredar di pasaran antara lain pengawet, pewarna, penyedap rasa dan aroma, pemantap, antioksidan, pengemulsi, antigumpal, pemucat, dan pengental. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/PER/IX/1988 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan bahan tambahan makanan adalah bahan yang ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu. Termasuk ke dalam bahan makanan tambahan adalah pengawet dan pemanis sintetik.

PENGAWET
Zat pengawet terdiri atas senyawa organik dan senyawa anorganik dalam bentuk asam atau garamnya. Pengawet Organik Zat pengawet organik lebih banyak dipakai daripada zat pengawet anorganik karena pengawet organik lebih mudah dibuat dan dapat terdegradasi sehingga mudah diekskresikan. Bahan pengawet organik yang sering digunakan adalah asam sorbat, asam propianat, dan asam benzoat.
Asam sorbat 
Asam sorbat tergolong asam lemak monokarboksilat yang berantai lurus dan mempunyai ikatan tidak jenuh (α-diena). Bentuk yang digunakan umumnya garam Natrium atau Kalium sorbat. 

Asam benzoat
Asam benzoat merupakan bahan pengawet yang luas penggunaannya dan sering digunakan pada bahan makanan yang asam. Bahan ini digunakan untuk mencegah pertumbuhan khamir dan bakteri. Karena kelarutan garamnya lebih besar, maka biasa digunakan dalam bentuk garamnya yaitu natrium benzoat. Sementara itu dalam bahan makanan (yang bersifat asam), garam benzoat akan menjadi bentuk efektifnya yakni asam benzoat.

Asam propianat 
Asam propianat (CH3CH2COOH) yang mempunyai struktur yang terdiri atas 3 atom karbon tidak dapat dimetabolisme oleh bakteri. Manusia dan hewan tingkat tinggi dapat memetabolisme asam ini sebagaimana asam lemak. Propianat biasanya digunakan dalam bentuk garam Calsium dan Natrium. Bentuk efektifnya adalah bentuk tidak terdisosiasi. Propianat efektif terhadap kapang dan beberapa khamir pada pH di atas 5.

Sedang pengawet anorganik yang masih sering dipakai dalam bahan makanan adalah: nitrit, nitrat, dan sulfit.
Nitrit
Garam nitrit umumnya digunakan untuk proses curing daging untuk memperoleh warna yang baik dan mencegah pertumbuhan mikroba. Penggunaan natrium nitrit dalam ikan dan daging ternyata menimbulkan efek yang membahayakan kesehatan. Nitrit dapat berikatan dengan amino atau amida dengan membentuk turunan nitrosamin yang bersifat toksik (karsinogenik). Reaksi pembentukan nitrosamin adalah sebagai berikut:
Sulfit
Sulfit digunakan sebagai pengawet dalam bentuk SO2, garam Naatrium atau Kalium sulfit, bisulfit, dan metabisulfit. Bentuk efektifnya sebagai pengawet adalah dalam bentuk tidak terdisosiasi pada pH di bawah 3. Analisis kuantitatif sulfit dapat dilakukan dengan cara alkalimetri dengan mengubah sulfit menjadi asam sulfat lalu menitrasinya dengan larutan baku NaOH.

PEMANIS SINTETIK
Pemanis merupakan salah satu komponen yang sering ditambahkan dalam bahan makanan. Pemanis sintetik merupakan zat yang dapat menimbulkan rasa manis atau dapat membantu mempertajam penerimaan terhadap rasa manis tersebut, sementara kalori yang dihasilkan jauh lebih rendah daripada gula. Pada umumnya pemanis sintetik mempunyai struktur kimia yang berbeda dengan polihidrat gula alam. Meskipun telah banyak ditemukan zat pemanis sintetik, tetapi hanya beberapa saja yang boleh dipakai dalam bahan makanan antara lain:
1. Siklamat
Siklamat merupakan pemanis buatan yang tidak menghasilkan energi. Struktur natrium siklamat sbb:
Siklamat
Siklamat biasa terdapat sebagai garam natrium atau kalsium. Kemanisannya kurang lebih 30 kali lebih manis daripada sukrosa, sehingga biasanya terdapat dalam makanan atau minuman dengan kadar relatif kecil. Di Indonesia penggunaan siklamat masih diizinkan, tetapi sebenarnya hasil metabolisme siklamat yaitu sikloheksamin merupakan senyawa karsinogen. Ekskresi sikloheksamin melalui urin dapat merangsang tumbuhnya tumor kandung kemih pada tikus. Meskipun demikian, uji ulang siklamat yang
Sakarin
dilakukan terhadap beberapa galur tikus dan hamster ternyata menunjukkan hasil negatif terhadap sifat merangsang terjadinya tumor kandung kemih.

2. Sakarin
Sakarin merupakan pemanis buatan yang sangat manis. Sakarin 60 mg setara dengan kurang lebih 30 g sukrosa, sehingga kadarnya dalam makanan atau minuman biasanya sangat kecil. Struktur kimia sakarin:

BAHAN TAMBAHAN YANG DILARANG
Menurut peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 722 Tahun 1988, bahan tambahan pangan yang dilarang digunakan dalam makanan adalah: formalin, asam borat dan senyawanya; asam salisilat dan garamnya; dietil pirokarbonat; dulsin; kalium klorat; kloramfenikol; minyak nabati yang dibrominasi; nitrofurazon; dan kalium bromat. Bahan-bahan ini tentunya berbahaya bagi tubuh manusia sehingga penggunaannya dilarang oleh pemerintah. Formalin, asam borat dan senyawanya; asam salisilat dan garamnya sering digunakan sebagai pengawet makanan atau minuman. Analisis bahan-bahan berbahaya ini biasanya dilakukan secara kualitatif karena begitu suatu bahan makanan mengandung bahan-bahan yang terlarang ini maka makanan tersebut sudah tidak memenuhi syarat lagi.
1. Formaldehid
Formaldehid merupakan nama lain dari formalin (larutan formaldehid 35-40 % dalam air)
2. Boraks dan asam borat
3. Asam salisilat (dalam makanan dan minuman)

Ketidakpastian Pengujian


Sebelum diuraikan contoh-contoh ketidakpastian pengujian, coba kita ingat dahulu definisi istilah-istilah berikut :
Definisi Kesalahan adalah perbedaan antara hasil pengujian dengan nilai benar.
Definisi Ketidakpastian adalah parameter yang berhubungan dengan hasil pengujian yang mencerminkan ketersebaran nilai-nilainya.
Definisi Ketidakpastian baku adalah ketidakpastian yang timbul karena efek individual dan dinyatakan secara numeric.
Definisi faktor pencakupan (coverage factor) adalah sebuah angka yang apabila dikalikan dengan ketidakpastian baku gabungan menghasilkan sebuah kisaran (ketidakpastian) hasil pengujian yang diharapkan mencakup fraksi tertentu yang dapat berhubungan dengan sesuatu yang diuji.
Definisi Tingkat kepercayaan (level of confidence) adalah tingkat kepercayaan yang berhubungan dengan sebuah kisaran dimana sebuah nilai diharapkan berada didalamnya.

Tingkat Kepercayaan
Angka tingkat kepercayaan biasanya 95%. Alasan memilih angka ini adalah karena : sudah digunakan secara umum diseluruh dunia.
ISO GUM mengasumsikan bahwa ketidakpastian gabungan mempunyai sebuah distribusi normal.
Sebuah perkiraan tingkat kepercayaan 95% dapat diperoleh secara sederhana hanya dengan mengkalikan ketidakpastian baku gabungan dengan faktor 2.

Langkah Estimasi Ketidakpastian
1. Menentukan Ketidakpastian Baku (Standard Uncertainty)
2. Menentukan Ketidakpastian Baku Gabungan (Combined Standard Uncertainty)
3. Menentukan Ketidakpastian Diperluas (Expanded Uncertainty)

CARA PENENTUAN KETIDAKPASTIAN BAKU
Tipe A : Pekerjaan Eksperimental
Dihitung dari rangkaian pengukuran/pengujian berulang.
Contoh:
Bobot bahan ditimbang 10 kali dengan hasil sebagai berikut: 10.0001;10.0000;10.0002;10.0002;10.0001; 10.0000;10.0001;10.0000;10.0002;10.0000
Bobot rata- rata = 10.0009
SD = ±0.00087559
Ketidakpastian baku = ±0.00087559

Tipe B: Perkiraan
Didasarkan pada sekelompok informasi yang secara komparatif dapat dipercaya.
Contoh :
Kesalahan maksimum labu ukur = 0.15 mL (katalog pemasok) dengan tingkat kepercayaan 95% ketidakpastian baku = ± 0.15/2  = ± 0.075
Jika didistribusikan rektangular, dibagi dengan √3, sehingga :
Ketidakpastian baku = ± 0.15/ √3

CARA PENENTUAN KETIDAKPASTIAN GABUNGAN
Aturan Penggabungan:
Penjumlahan
y = a + b + c
Ketidakpastian baku gabungan menjadi :
u(y) = [u(a)2 + u (b)2 + u (c)2 + …….]1/2

Perkalian atau Pembagian
y = a b c atau y = a/bc
Ketidakpastian baku gabungan :
u(y) = y{[u(a)/a]2 + [u(b)/b]2 + [u(c)/c]2+} 1/2

Pangkat
y=an
Dimana :
a : diukur
n : tetap

Ketidakpastian gabungan :
u(y)= [n y u(a)]/a

CONTOH ATURAN 1
Menghitung jumlah aritmatik dari tiga nilai yang diukur :
a = 9.27 u  (a) = ±0.011
b = -2.33 u (b) = ±0.013
c = 5.11 u  (c) = ±0.012

T = a + b + c = 9.27+(-2.33)+5.11=12.05
u(T)= [u(a)2 + u (b)2 + u (c)2 + …….]1/2
u(T)= [0.011 2 + 0.0132 + 0.0122 ]1/2
u(T)= [0.000121 + 0.000169 + 0.000144 ]1/2
u(T)= [0.000434 ]1/2
Jadi T = 12.05 ±0.02

CONTOH ATURAN 2
Penentuan Bilangan Asam
Rumus : AN = {[A-B] x M x 56.1}/W
AN = Bilangan Asam
A = Titer KOH, mL
M = Titer Blanko, mL
M = Molaritas larutan KOH
W = Bobot Sampel (g)

Rumus diuraikan menjadi dua bagian :
P = A – B
Q = {M x 56.1}/W
Jadi AN = P x Q
A = 3.35 mL      u (A) = ± 0.0196
B = 0.15mL       u (B) = ± 0.0196
M = 0.1004       u (M) = ± 0.0000675
W= 4.9978 g    u (W) = ± 0.0000866

Penentuan P menggunakan aturan 1
P = A – B = 3.35 – 0.15 = 3.20
u(P)= [u(A)2 + u (B)2]1/2
      = [0.01962 + 0.01962]1/2
      = ± 0.027718

Penentuan Q menggunakan aturan 2
Q = {M x 56.1}/W
   = {0.1004 x 56.1}/ 4.9978
   = 1.126984 

U(Q)= Q x {[u(M)/M]2 + [u(W)/W]2}1/2
= 1.126984 X{[0.00675/0.10004] 2+[0.0000866/4.9978] 2}1/2
= ± 0.00075793

Hasil akhir :
AN = P x Q = 3.20 x 1.126984 = 3.60635
u(AN) = AN x {[u(P)/P]2 + [u(Q)/Q]2}1/2
          = 3.60635 x {[0.027718/3.20]2 + [0.00075793/1.126984]2}1/2
Jadi bilangan asam, AN = 3.61 ± 0.03

Pengenceran
Contoh :
suatu larutan diencerkan 1000x yang dilakukan  dengan pipet 10 mL dan labu ukur 100 mL
Labu ukur 100 mL u(L)= +/- 0.05
Pipet 10  mL u(P)= +/- 0.02

Pengenceran 1:10
F10 = 100/10 = 10
u(f10)= f10 x { [u(L)/L]2 + [u(P)/P]2}1/2
u(f10)= 10 x { 0.05/100]2 + [0.02/10]2}1/2
         = ± 0.020616

Nilai ketidakpastian pengenceran 10x digunakan untuk menghitung pengenceran 1000x F1000 = (f10)3 = 1000

Aturan 3 -> y = an 

u(y) = [n y u(a)]/a
u(1000)= {3 x 1000 x 0.020616}/10 = ± 6.18

Pengenceran 1000x ditulis : F1000 = 1000 ± 6.18
Dibulatkan menjadi F1000 = 1000 ± 6

CARA PENENTUAN KETIDAKPASTIAN DIPERLUAS
Ketidakpastian yang diperluas adalah dua kali ketidakpastian baku gabungan (tingkat kepercayaan 95%)
Contoh : Ketidakpastian gabungan pada pengenceran 1000x adalah 6.18
Jadi ketidapastian yang diperluas adalah 2 x 6.18 = 12.36
0.025 ± 0.006 mg/kg

CARA PENYAJIAN KETIDAKPASTIAN HASIL PENGUJIAN
                 0.025 + 0.006 mg/kg
Tingkat kepercayaan 95% dan Faktor pencakupan 2

CONTOH KETIDAKPASTIAN KONSENTRASI
Rumus Perhitungan Konsentrasi, C = m/V
u(C) = C {[u(m)/m]2 + [u(V)/V]2} ½
Ketidakpastian massa  = ± 0,15 mg
Ketidakpastian volume = ± 0,5 mL
dengan faktor cakupan k = 2

U(m)= 0,15/2 mg = 0,075 mg, m = 500,7 mg
U(V)= 0,5/2 = 0,25 mL,  V= 500 mL
C = 500,7 mg/500 mL = 1001,4 mg/L
u(C) = 1001,4 {[0,075/500,7]2 + [0,25/500]2}1/2
       = 1001,4  {(0,00014)2 + (0,0005)2}1/2
       = 0,52

Formula Produk Hair Tonic

Ada 2 kategori yang termasuk definisihair tonic” yaitu:
  1. Produk pengobatan yang dapat mengatasi berbagai macam masalah pada rambut dan kulit kepala, misalnya: rambut berminyak, ketombe, rambut rontok.
  2. Kondisioner, yang kebanyakan digunakan oleh para wanita, dengan tujuan untuk memperbaiki, mengembalikan dan memelihara kondisi dari rambut. Pada kondisoner biasanya ditambahkan produk pembilas yang bertujuan untuk meluruskan rambut yang kusut sehingga rambut menjadi lebih mudah disisir.

Medicated products (Produk Pengobatan)
Produk pengobatan bertujuan untuk menyembuhkan, mengurangi, mengendalikan fenomena ketidakindahan pada rambut yang disebabkan oleh beberapa abnormalitas dari fungsi kulit kepala. Walaupun produk pengobatan sebelumnya terbuat dari komponen berupa irritant, keratolitik, rubefacient tetapi sekarang produk pengobatan cenderung berupa perawatan untuk mengembalikan rambut ke kondisi normal.

Produk pengobatan dapat mengatasi berbagai macam masalah pada rambut dan kulit kepala, yaitu:
a . Dandruff ( Ketombe )
Ketombe dihasilkan dari kelebihan kulit kepala tanpa tanda klinis berupa inflamasi. Ketombe biasanya diikuti sebuah perkembangbiakan dari beberapa mikroorganisme dan terutamanya berupa sporulasi dari jamur, misal: Pityrosporum ovale karena kulit kepala merupakan lingkungan yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme. Antiketombe biasanya mengandung antimikrobia yang bertujuan untuk mencegah proliferasi (misalnya: derivat 2-pyridine-thiol-N-oxide, benzalkonium, cetyltrymethylammonium, chlorophenol, kompleks PVP-iodine,oxyquinoline dan 5,7-dichloro-8-hydroxyquinoline) dan keratolitik yang berfungsi untuk membersihkan kulit kepala dengan cara mengangkat kulit mati (misalnya: resorcinol, asam salisilat dan selenium disulfida). Contoh formula antiketombe adalah sebagai berikut:
Item
Jumlah (%)
*Bis (2-pyridyl-1-oxide) disulphide soluble complex
0,15
Champor
0,10
Menthol
0,05
Ethanol
50,00
Water
q.s. to 100
*Magnesium sulphate or calcium chloride complexes

Clear anti-dandruff rinse
Item
Jumlah (%)
Stearyl dimethylbenzylammonium chloride
5,00
Cetyltrimethylammonium chloride
0,25
Tallow amido propylamine oxide         
3,00
Propylene glycol
3,00
Hydroxypropylmethyl cellulose
0,6
Distilled water
q.s. to 100

b. Greasy Hair and Scalp ( Rambut berminyak dan kulit kepala )
Sheborrea dihasilkan dari sekresi sebum yang berlebihan oleh kelenjar sebaceous yang dapat menyebabkan rambut menjadi tampak berminyak dan menyebabkan rambut menjadi kusut sehingga debu mudah menempel pada rambut. Salah satu cara untuk mengurangi kelebihan sebum adalah dengan menggunakan perawatan oil-repellent  untuk menyimpan komponen lipofobik ke dalam rambut, yang dengan menggunakan campuran hidrofobik dan lipofobik terfluorinasi, (misalnya: CF3(CF2)X(CH2)YZ, dimana Z adalah air atau golongan minyak yang dapat larut seperti anionik, kationik, nonionik atau amfoterik, X=7-11, Y= 0-4). Contoh formulasi yang dapat memperlambat pengeluaran minyak hingga 85 % adalah sebagai berikut:                      
Item
Jumlah (%)
Ethanol
30,0
Water
69,7
Polyoxyethylene polymethylsiloxane
0,1
Perfluorononanoic acid  
0,1
Perfume
0,1

Bahan penyerap minyak dapat digunakan amilum dan silika yang dapat memelihara rambut agar tetap kelihatan bersih dalam waktu yang lebih lama. Bahan penghambat sintesis sebum dapat berupa derivat thiolanediol, polyunsaturated acids , misalnya: eicosa-5:8:11:14-tetraynoic acid, 5-phenylpentadienoic acid, N’-sebacoyl dimethionine. Contoh bahan lain dengan tujuan yang lebih spesifik, yaitu bertujuan untuk berinteraksi dengan androgen sehingga dapat menginduksi sekresi sebum dapat digunakan steroid, atau non steroid antiandrogen seperti flutamide.
Lotion dengan bahan dasar mengandung antioksidan sebagai contoh alkyl gallates, t-butyl hydroxyanisole dapat mencegah perubahan peroksidatif dari sebum pada rambut dan kulit kepala. Agen antimikrobial yang dapat ditambahkan untuk mengurangi atau mengontrol enzim (misal: lipase) sehingga lotion terbebas dari bakteri dan jamur. Aplikasi alkohol 70% (isopropanol alkohol) sebagai hair tonic berfungsi untuk menggantikan lipid kulit kepala pada rambut.

c. Hair loss (Rambut rontok)
Penyebab rambut rontok sangat luas dan biasanya kompleks. Rambut rontok dapat disebabkan oleh sheborrea, ketidakseimbangan hormon, sebuah luka, penyakit infeksi, efek dari beberapa obat, anaemia atau sebuah perawatan dengan menggunakan radiasi, dll. Ada 5 metode yang dapat meningkatkan pertumbuhan rambut, yaitu:
- Meningkatkan anagen pertumbuhan rambut.
- Memproduksi folikel baru atau memperbanyak folikel.
- Memperpanjang fase anagen atau memperpendek fase telogen.
- Mencegah atau menunda fase telogen.
- Menginisiasi anagen dalam folikel pada fase telogen.

Pola normal kebotakan pada pria, telah diketahui bahwa ada pemendekan dari siklus rambut. Pada penderita alopecia areata, sebagian besar akar rambut ada dalam fase anagen; rambut rontok dengan berbagai penyebab selama fase anagen dan kulit kepala akan botak selama periode catagen dan telogen, dan rambut baru tumbuh pada fase anagen berikutnya. Jika penyakit tersebut sembuh pada periode kebotakan maka rambut baru yang tumbuh akan sehat sepenuhnya, sebaliknya jika penyakit tersebut tidak sembuh maka rambut akan lambat tumbuh atau rambut menjadi tipis dan akan rontok selama fase anagen. Alopecia areata merupakan penyakit autoimun yang disebabkan kekurangan sel T; penyakit tersebut dapat diobati dengan larutan yang mengandung senyawa yang poten yaitu: klorodinitrobenzen yang dilarutkan di dalam aseton.
     Rambut rontok dapat dikaitkan dengan irigasi yang kurang pada kulit kepala dan sejumlah preparasi direkomendasikan mengandung anti-loss yang didasarkan pada penggunaan zat pengiritasi, rubefacient, zat peningkat yang dapat menimbulkan sejumlah besar darah penyuplai nutrisi untuk pertumbuhan rambut.

Rambut rontok juga dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan di dalam pertumbuhan dan pembagian sel germinativum pada rambut. Ketidakseimbangan ini mungkin disebabkan oleh kekurangan beberapa nutrisi dan faktor hormon tertentu. Metabolit testosteron yang berupa 5-α-dihydrotestosterone merupakan penyebab utama ketidakseimbangan tersebut, dapat diobati berdasarkan antiandrogen atau quinon dan fenol, yang dapat menginhibisi produksi metabolit tersebut dengan menggunakan enzim α-reduktase.

Formulation of Medicated Hair Tonics
Beberapa komponen pelengkap yang tidak berhubungan direkomendasikan dalam pengguanaan obat penguat rambut. Untuk membuat penguat rambut yang baik semua bahan harus sama-sama dapat menyatu sesuai dengan komposisinya.
Nutrisi penting untuk biosintesis keratin (contoh : vitamin, sulfur yang mengandung asam amino). Faktor pengatur untuk pengeluaran kelenjar sebaceous. Antiseptik untuk mengatur kondisi kulit kepala yang mungkin terganggu dengan pertumbuhan rambut. Kandungan abu untuk mengurangi gatal-gatal.
Proses penumbuhan rambut terjadi relatif lambat, biasanya pada pemakaian pertama, rambut yang rontok akan meningkat, dan efek penumbuhan akan teridentifikasi sebelum pemakaian.
 
a. Stimulating agents
Banyak komponen yang digunakan sebagai pemacu tumbuhnya rambut diambil dari bahan alam, dimana agen iritannya diduga memiliki efek pemacu tumbuhnya rambut. Komponen yang banyak digunakan adalah tingtur chantaride (yang mengandung lakton yang sangat mengiritasi, yaitu cantharidin); tingtur capsicum (mengandung zat sangat pedas, yaitu capsaicin); tingtur jaborandi dengan pilocarpine sebagai zat aktifnya; dan campuran antara arnica dan tingtur quinquina merah. Urginea maritima, ekstrak rhubarb, champor, b-naphthol, pilocarpine, garam quinine, minyak terpentine. Ester dan garam nicotinic acid, rthyl murni, tetrahydrofurfuryl esters, dan pyridoxine nicotinate, telah diklaim sebagai rubefacient dan agen penetrasi. Sedangkan brassidic acid dan 1-citronellol telah diklaim sebagai acanthogen.

b. Sulphur derivatives
Penggunaan asam amino secara topikal dalam penumbuhan rambut telah diteliti oleh Edward. Beliau memberikan radio-labelled methionine (S35) pada kulit babi Guinea, dan menemukan 1% kandungan sulfur dalam rambut, tetapi bila methionine diberikan dalm makanan babi guinea, sulfur yang ditemukan akan lebih banyak 2-5 kalinya.
Graul et al.memberikan radio-labelled sulfur, methionine, dan methionine esters (S35) pada kulit babi guinea dan ditemukan bahwa penyerapan sulfur lebih besar untuk elemen sulfurnya. Hasil tersebut mengindikasikan pentingnya sulfur dan sulfur berisi asam amino dalam pertumbuhan rambut.
Sistein sendiri, walaupun sangat penting pada pertumbuhan normal, namun sangat tidak stabil dan sedang mencoba dibuat untuk mengatasi kekurangan tersebut. Magnesium cysteinate dalam campurannya bersama magnesium dehydroenolate dan garam magnesium pada asam lemak tak jenuh telah diklaim sebagai pemicu tumbuhnya rambut, kulit, dan kuku. Merupakan turunan yang sangat stabil untuk pemberian topikal, dengan ‘protecting group’ untuk melepaskan sistein bebas secara in situ. Sedangkan S-aralkyl dan S- carboxymethyl cysteine sebagai bahan tambahan yang efisien untuk mengurangi kondisi berminyak pada kulit kepala.

c. Tars
Vegetable tars’ dihasilkan dari karbonisasi kayu khusus (seperti tar minyak cemara, cade, pohon aras) telah dibuktikan dalam kasus gatal-gatal, ketombe, dan kulit kepala kering. Antiseptik dan Adstringen, merupakan campuran komplek dari polyphenils, asam dengan berat molekul tinggi atau alkohol, waxes, keton, dan sebagainya.

d. Vitamin
Aksi topikal dari vitamin sangat kontroversial tetapi jumlah komposisinya tergantung pada penggunaannya. Grup vitamin B (B1, B2, B6, dan B12.), vitamin A dan E, ekstrak biji gandum yang mengandung campuran vitamin, disebutkan juga vitamin F yang terdiri dari asam lemak (tak jenuh) essensial, biotin, vitaminic factor seperti p-amino-benzoic-acid, panthenic acid, dan alcohol panthenol, sangat banyak digunakan. Fungsinya sebagai pemacu sintesis sel. Penggunaan cairan amnion dan ekstrak plasenta juga berperan dalam penyedia nutrisi dan elemen pemacu yang sangat penting untung keratinisasi.

e. Miscellaneous material
Sericine (lem sutra) merupakan serine komplek kaya protein yang tercatat dapat memberikan efek penguat dan efek anti-seborrheic.
Senyawa campuran lainnya yang direkomendasikan sebagai pemacu pertumbuhan rambut yaitu kuning telur, ginseng, serum ular, ferulic acid, cholic acid, 4-iodo-3,5-dimethyl-2-cyclohexylphenol, steroids, hydroperoxides, dan komponen silikon organik-chloromethyl silatrane.

f. Contoh formula
Jaborandi Hair Tonic

Item
Jumlah (%)
Tincture of jaborandi
0.5
Tincture of capsicum
0.5
Isopropyl Alcohol
60.0
Salicylic acid        
0.1
Panthenol   
0.2
Distilled water
38.7

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites