Evaporator recycling solvent

Alat penguapan pelarut hasil ekstraksi bahan obat alam/jamu.

Bengkel peralatan produk herbal

Suasana bengkel "Lansida Group"

Berbagai kapasitas alat suling minyak atsiri

Perlengkapan alat destilasi Lansida Group siap packing yang akan dikirim ke alamat customer.

Alat suling minyak atsiri skala rumah tangga

Salah satu produk alat suling type kukus kohobasi skala rumah tangga.

Konditioner Rambut

Kondisioner dapat memberikan kehidupan, kekuatan, kelembutan, volume, bentuk, kilau, sentuhan seperti sutra bagi rambut sehingga rambut mudah ditata. Kondisioner diharapkan dapat memperbaiki rambut yang antara lain :
  1. Mengalami bleaching atau keriting permanen,
  2. Rusak karena terlalu sering di-shampoo,
  3. Rusak karena perawatan yang kasar (blow-drying, penyikatan),
  4. Rusak karena iklim (terpapar matahari terus-menerus) Penyebab internal.
Cara kerja konditioner
-mengganti kekurangan sebum yang dihasilkan oleh kelenjar sebaceous
-memperbaiki membrane perlindungan
-mengisi celah
-mengecilkan atau merapatkan jarak kutikula

Konsep substantivenya adalah penyerapan bahan dasar konditioner secara memadai. Substantivity akan meningkat jika rambut rusak dan lepek.

Surfaktan Kationik
Suffaktan kationik banyak digunakan dalam conditioner. Namun demikian perlu diminimalkan iritasi pada rambut dan kulit kepala. Surfaktan ini memberikan sifat indah pada rambut seperti memberi bentuk, kelembutan, volume dan kekuatan terhadap rambut.
Contoh surfaktan kationik :
-ethoxylated quaternary ammonium phosphate (sebagai contoh, Dehyquart SP – Henkel),
-asam amino-amida quaternary yang diperoleh dari asam lanolin (Lanoquats-Emery) dan minyak mink
-derivat N-acyl colaminoformyl-methylpyridinium (Emcol E607S – Witco)

Polimer Kationik
Polimer kationik dapat menghasilkan efek kondisioner yang tinggi.
Yang termasuk polimer kationik antara lain :
-derivate selulosa kationik (Polymer JR)
-copolymer vinylpyrrolidone dimethylaminoethyl methacrylate quaternary
-epichlorhydrin cross-linked polymer adipic acid-diethylenetriamine
-polyathyleneimines
-copolymer piperazine
-silicon kationik

Kekurangan dari polimer kationik yaitu mempunyai substantivitas tinggi. Untuk membantu mengurangi substantivitas dapat digunakan Sodium chloride.

Leave-on Protein Kondisioner
Merupakan kondisioner yang mengandung 5% protein hewan hidrolisasi (Lexein X-250 – Inolex Group).
Sebanyak 95% kerusakan rambut bercabang dapat diperbaiki

Bahan Berminyak
Bahan berminyak membantu mengurangi gesekan antar serat dan efek abrasi akibat perawatan. Bahan berminyak memperbaiki kondisi rambut dengan penyamarataan derajat permukaan maupun dengan penyalutan menggunakan bahan yang berindek bias tinggi.
Contoh :
Minyak silikon merupakan :
Derivat lanolin lanolin hydroxylated dan acetylaed
Ester lanolin
Campuran berlemak : alkohol lemak, lilin alami (beeswax, spermaceti), alcohol etoksilasi, asam lemak & lilin, asam lemak ester, polietilenglikol, lecitin, minyak almond, avocado, mink, castor, wheat germ
Asam lemak laktat
Resin perfluorocarbon seperti polimer tetrafluoroethylene dan hexafluoropropylene

Contoh formula
kondisioner yang diaplikasikan tanpa dibilas :

Gafquat 734 0,5%
Cetyl trimethyl ammonium chloride 0,3%
Ethanol 10,0%
Water q.s. to 100,0

Krim (jaman dulu) untuk perawatan dan perbaikan rambut kering/rusak :
Beef marrow 35%
Almond oil 40%
Mink oil 15%
Deodorized castor oil 10%

Contoh Formula Hair conditioning lotion
A        Propylene glycol  5,0
          Glyceryl stearat 3,0
          Sorbitan stearat  1,5
          Polysorbate 20  2,5
          Mineral oil, 70 vsc. 3,5
          Cetyl alcohol 3,0
          Stearic acid 1,5
B        Lanolin quartenary  5,0
          PEG 75 lanolin oil hydrolysed animal protein 5,0
          Propyl paraben  0,1
          Metyl paraben 0,2

C        Demineralized water 69,7

Prosedur : Panas A dan B secara terpisah sampai 75ÂșC. Tambahkan B ke A dengan cepat kemudian tambahkan C. Dilanjutkan dengan mencampur dan kemudian mendinginkannya pada suhu ruangan.

Analisis Kadar Air

Kadar air merupakan salah satu parameter penentu mutu bahan. Dalam simplisia, menentukan tingkat keamanan untuk disimpan. Dalam bahan makanan sangat mempengaruhi kualitas dan daya simpan. Selain itu juga sebagai penentu dalam proses pengolahan maupun pendistribusian agar ditangani secara tepat. Penentuan kadar air dalam suatu bahan dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu metode pengeringan (dengan oven biasa), metode destilasi, metode kimia dan metode khusus. Daya awet bahan pangan dapat ditinjau dari kadar air, konsentrasi larutan, tekanan osmotik, kelembaban relatif berimbang dan aktivitas air. Kandungan air dalam bahan pangan akan berubah-ubah sesuai dengan lingkungannya, dan hal ini sangat erat hubungannya dengan daya awet bahan pangan tersebut.
Rincian metode penentuan kadar air sebagai berikut :
Metode gravimetri
Metode ini digunakan untuk penetapan kadar air dalam makanan dan minuman. Prinsipnya adalah kehilangan bobot pada pemanasan 105°C yang dianggap sebagai kadar air yang terdapat pada sampel.
Prosedur penentuan kadar air secara gravimetri :
sebanyak 1 – 2 g sampel dalam sebuah botol timbang bertutup yang sudah diketahui bobotnya ditimbang dengan seksama. Untuk sampel berupa cairan, botol timbang dilengkapi dengan pengaduk dan pasir kwarsa/kertas saring berlipat. Sampel dikeringkan dalam oven pada suhu 105°C selama 3 jam lalu didinginkan dalam desikator. Sampel ditimbang dan pekerjaan ini diulangi hingga diperoleh bobot tetap.

                                           w1
Kadar air (% v/b) = --------- x 100%
                                w

 w     = bobot sampel sebelum dikeringkan (dalam gram).
 w1   = kehilangan bobot setelah dikeringkan (dalam gram).


Metode gravimetri ini mudah dan murah. Akan tetapi ada kelemahannya. Kelemahan metode gravimetri antara lain :
  1. Bahan lain seperti alkohol, asam asetat, dan minyak atsiri juga ikut menguap dan ikut hilang bersama air
  2. Adanya reaksi selama pemanasan yang menghasilkan air atau zat yang mudah menguap, misal gula mengalami dekomposisi atau karamelisasi, lemak mengalami oksidasi, dan sebagainya 
  3. Bahan yang mudah mengikat air secara kuat akan sulit melepaskan airnya meskipun sudah dipanaskan.
Solusi dari sebagian kelemahan metode ini agar proses penguapan air berjalan cepat serta menghindari terjadinya reaksi yang menyebabkan terbentuknya air maka pemanasan dapat dilakukan pada suhu yang lebih rendah dengan metode vakum. Cara ini akan diperoleh hasil yang lebih mencerminkan kadar air yang sebenarnya.

Destilasi 
Prinsip penentuan kadar air secara destilasi adalah mengeluarkan air dengan menggunakan pembawa cairan
kimia yang mempunyai titik didih lebih tinggi daripada air dan tidak campur dengan air serta mempunyai bobot jenis lebih rendah daripada air. Zat kimia yang dapat digunakan antara lain: toluen, xylen/xylol, benzen, tetrakloretilen.

Penentuan kadar air dengan cara destilasi :
sejumlah sampel yang telah dipotong-potong atau telah diserbuk dan mengandung kurang lebih 2-5 mL air ditimbang secara saksama lalu dimasukkan dalam labu destilasi dan ditambah dengan 75 mL toluen atau xilene. Labu destilasi dipasang pada alat destilasi khusus dengan penampung air menguap. Pemanasan destilasi diatur kira-kira ada 4 tetes toluen per detik yang jatuh dari pendingin. Destilasi dilanjutkan sampai semua air menguap dan air dalam penampung tidak bertambah lagi dalam waktu ± 1 jam. Volume air dibaca dan kadar air dihitung dengan rumus:
                                            volume air (ml)
Kadar air (% v/b) =  ------------------------- x 100%
                                  berat sampel (g)
Cara destilasi ini baik untuk menentukan kadar air dalam zat yang mempunyai kandungan air kecil yang sulit ditentukan dengan cara gravimetri. Penentuan air dengan cara ini hanya memerlukan waktu ± 1 jam. Dengan cara destilasi, terjadinya oksidasi senyawa lipid maupun dekomposisi senyawa gula dapat dihindari sehingga penentuannya lebih tepat.
Untuk sampel yang mengandung gula dan protein yang tinggi sering ditambah serbuk asbes ke dalam sampel dengan tujuan untuk menghindari terjadinya superheating yang dapat menyebabkan peruraian sampel. Untuk memperluas permukaan kontak dengan cairan kimia yang digunakan dan memperlancar terjadinya destilasi dapat ditambahkan tanah diatomae pada sampel yang telah digerus sebelum didestilasi.

Metode Kimia
Ada beberapa cara penentuan kadar air secara kimia, antara lain:
  1. Titrasi Karl Fisher
  2. Cara Kalsium karbida
Rincian detail mengenai penentuan kadar air metode kimia akan saya sampaikan pada postingan berikutnya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites