Evaporator recycling solvent

Alat penguapan pelarut hasil ekstraksi bahan obat alam/jamu.

Bengkel peralatan produk herbal

Suasana bengkel "Lansida Group"

Berbagai kapasitas alat suling minyak atsiri

Perlengkapan alat destilasi Lansida Group siap packing yang akan dikirim ke alamat customer.

Alat suling minyak atsiri skala rumah tangga

Salah satu produk alat suling type kukus kohobasi skala rumah tangga.

Tampilkan postingan dengan label Safety. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Safety. Tampilkan semua postingan

Pengendalian Limbah B3


Awal munculnya limbah bermula dari aktifitas manusia yang bisa berupa kegiatan industri, rumah tangga, dll. Aktifitas tersebut bisa jadi mengunakan bahan awal yang memang sudah mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3). Sebuah aktifitas industri, disamping menghasilkan produk bermanfaat tentu juga menghasilkan limbah yang mudah diolah dan limbah B3.
Yang memerlukan penanganan ekstra adalah cara penanganan limbah B3 agar tidak berbahaya untuk lingkungan, kesehatan manusia dan makhluk hidup lain. Dapat disimpulkan bahwa pencegahan dan pengendalian pencemaran limbah B3 merupakan kewajiban bagi sebuah industri di semua sektor dan bidang industri.
Pembuangan limbah B3 yang illegal sebenarnya merupakan tindak kriminal karena akan mencemari tanah, air sungai, air tanah dan atmosfir bumi. Yang pada akhirnya dapat menimbulkan dampak negatif pada kualitas hidup manusia, kesehatan dan sosial ekonomi.
Dalam aktifitas industri, produk limbah B3 sebenarnya bisa diminimalisasi dengan cara mereduksi pada sumber limbah, mensubstitusi bahan, mengatur operasinya kegiatan dan melakukan teknologi bersih dalam proses.
Sebelumnya mari kita tinjau ulang definisi yang berkaitan dengan limbah.
Bahan/limbah B3 adalah bahan/limbah berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat, konsentrasi dan atau jumlah-nya secara langsung atau tidak langsung dapat merusak dan/atau mencemarkan lingkungan atau dapat membahayakan manusia.
Limbah adalah bahan sisa pada suatu kegiatan dan/atau proses produksi.

Ada beberapa karakteristik limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) :
  1. Mudah meledak (eksplosif) (misal: bahan peledak)
  2. Mudah terbakar ( misal: bahan bakar Extremely flammable & Highly flammable)
  3. Bersifat reaktif (misal: bahan-bahan oksidator)
  4. Berbahaya/harmful (misal: logam berat)
  5. Menyebabkan infeksi (misal: limbah medis rumah sakit)
  6. Bersifat korosif (asam kuat)
  7. Bersifat irritatif (basa kuat)
  8. Beracun (produk uji toksikologi)
  9. Karsinogenik, Mutagenik dan Teratogenik (merkuri, turunan benzena, beberapa zat warna)
  10. Bahan Radioaktif (Uranium, plutonium,dll)
Sedang berdasarkan jenis B3 dapat dikategorikan sebagai berikut:
B3 dari sumber tidak spesifik yaitu B3 yang berasal bukan dari proses utamanya tetapi berasal dari kegiatan pemeliharaan alat, pencucian, inhibitor korosi, pelarutan kerak, pengemasan, dll.
B3 dari sumber spesifik yaitu B3 bahan awal, produk atau sisa proses suatu industri atau kegiatan tertentu.
B3 dari sumber lain yaitu bahan Kimia kedaluwarsa, tumpahan, sisa kemasan dan produk yang tidak memenuhi spesifikasi.

Bahan yang tidak termasuk jenis di atas, dikelompokkan sebagai B3 apabila memiliki karakteristik dibawah (satu atau lebih) :
  • Mudah meledak
  • Mudah terbakar
  • Bersifat reaktif
  • Beracun
  • Menyebabkan infeksi
  • Bersifat korosif
Mengkarakterisasi suatu bahan dimulai dari mengidentifikasi limbah hingga karakterisasi bahayanya. Beberapa aspek karakterisasi bahaya antara lain :
- Keadaan fisik (padat/cair/gas) 
- Reaktivitas terhadap air
- Kelarutan dalam air
- pH dan informasi kenetralan
- Mudah tidaknya nyala
- Keberadaan oksidator
- Keberadaan sulfida atau sianida
- Keberadaan halogen
- Keberadaan bahan radioaktif
- Keberadaan bahan organisme berbahaya
- Keberadaan komponen toksik

Ada beberapa jenis bahan kimia yang tidak kompatibel artinya bahan tersebut jangan diletakkan berdekatan karena dapat menimbulkan reaksi berbahaya.
Sebagai contoh :
Asam asetat + asam kromat, asam nitrat  dll
Aseton + campuran asam nitrat pekat dan sulfat pekat, hidrogen peroksida
Bahan-bahan ini jika bercampur reaksinya eksotermis.

Contoh lain :
Asam nitrat + logam berat = nitrogen dioksida
Sianida + asam = hidrogen sianida
Bahan-bahan ini jika bercampur menghasilkan gas toksik.

Jika masuk dalam tubuh, bahan kimia dapat menyebabkan cedera pada organ. Proses masuknya bahan kimia bisa dari beberapa cara seperti :
Terhirup (untuk gas dan aerosol)
Gas diserap dengan cepat, karena paru-paru dirancang untuk pertukaran gas. Bila > 5 mm: saluran pernapasan bagian atas, 0,5 - 5 mm: bronchioles; <0,5 mm: Alveoli

Penyerapan pada kulit (untuk cairan)
Senyawa bermuatan (non-polar) molekul rendah dengan cepat diserap melalui kulit ke dalam pembuluh darah dan dibawa ke seluruh tubuh. Benzene adalah sangat mudah untuk diserap melalui kulit dan diubah menjadi fenol dalam hati.

Tertelan (untuk padatan atau cairan)
Partikel atau tetes cairan dapat menempel pada bibir, terlebih jika kondisi basahterutama jika mereka basah setelah baru-baru ini menjilat. Dengan menjilat selanjutnya, kita mungkin menelan miligram beberapa bahan kimia berbahaya.

Pengelolaan limbah B3 adalah rangkaian kegiatan yang mencakup penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan dan penimbunan limbah B3.
Penghasil limbah B3 yaitu orang atau badan usaha yang menghasilkan limbah B3 dan menyimpan sementara limbah tersebut dalam lokasi kegiatannya sebelum diserahkan ke pihak lain.
Urutan pengelolaan limbah B3 sbb:
A) Penyimpanan             
B) Pengumpulan              
C) Pengangkutan             
D) Pemanfaatan
E) Pengolahan
F) Penimbunan

Penyimpanan dan pengumpulan dimaksudkan untuk mencegah terlepasnya limbah B3 ke lingkungan sehingga potensi bahaya terhadap lingkungan dapat dihindarkan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain bentuk kemasan (tong atau tanki) tata cara pengemasan, bangunan dan tata ruang tempat penyimpanan serta lokasi penyimpanan.
Pemanfaatan limbah B3 merupakan kegiatan daur ulang (recycling), perolehan kembali (recovery) dan penggunaan kembali (reuse).

Cara Pengolahan Limbah B3
Pengolahan limbah B3 secara fisika dan kimia dimaksudkan untuk mengurangi daya racun limbah B3 dan atau menghilangkan sifat/karakteristik limbah B3 dari berbahaya menjadi tidak berhabahaya.
Pengolahan stabilisasi/solidifikasi dapat mengubah watak fisik dan kimiawi limbah B3 dengan cara penambahan senyawa pengikat B3 agar pergerakannya terhambat atau terbatasi dan membentuk massa monolit dengan struktur yang kekar.
Pengolahan secara insinerasi yaitu menghancurkan senyawa B3 yang terkandung dalam limbah B3 menjadi menjadi senyawa yang tidak mengandung B3.

Penimbunan Limbah B3
Walaupun telah dilakukan pengolahan sebelumnya, limbah B3 masih berpotensi mencemari lingkungan sehingga perlu dilakukan penimbunan limbah B3 pada lokasi yang memenuhi persyaratan (landfill).
Tujuan penimbunan ini adalah untuk menampung dan mengisolasi limbah B3 yang sudah tidak dimanfaatkan lagi dan menjamin perlindungan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan dalam jangka panjang.

Informasi menyebutkan bahwa data limbah berbahaya yang dihasilkan di Amerika terinci sebagai berikut :

Jenis Industri
Total Limbah
(metric ton /tahun)
Prosen-tase
(%)
Tectile mill products
203
0,5
Lumber and wood produk
87
0,2
Furnitures & fixtures
36
0,1
Paper & allied products
1296
3,1
Printing & publishing
153
0,4
Chemical and allied product
25510
62
Petroleum & coal product
2118
5,1
Rubber and coal miscellaneous plastic product
248
0,6
Leather & leather product
474
1,1
Stone, clay and glass product
18
0,1
Primary metal industries
4061
9,8
Fabricated metal products
1997
4,8
Machinary, expert electrical
323
0,8
Electric and electronic equipment
1092
2,6
Transportation equipment
1241
3,2
Instruments and related products
90
0,2
Miscellaneous manufacturing industries
319
0,8
Nonmanufacturing industries
1971
4,8
Total
41327
100

Perlindungan dan Pencegahan Kebakaran


Adanya sebuah musibah kebakaran pada dasarnya dapat dicegah. Kebakaran sendiri secara umum diakibatkan oleh praktek yang tidak aman seperti pelanggaran peraturan keselamatan kelistrikan, penggunaan bahan mudah menyala dan mudah terbakar  secara tidak terkontrol dan lain sebagainya. Sehingga dalam hal ini kita perlu kontrol pada setiap tindakan yang kita kerjakan.

Dalam sebuah laporan, kasus kebakaran rumah di Amerika Serikat berjumlah 1 juta kasus kebakaran dan menyebabkan 8.000 kematian setiap tahun. Identifikasi yang ditemukan, penyebab utama kebakaran tersebut adalah rokok, alat pemanas/pendingin, listrik, korek api dan lilin. Angka statistik juga menyebutkan bahwa kebakaran juga merupakan salah satu penyebab dari 5 kecelakaan kematian selain kecelakaan kendaraan, jatuh, keracunan dan tenggelam.

Di dunia industri, yang paling rawan terjadi kebakaran antara lain pada industri tambang, gudang penyimpanan/ penggilingan gandum, pabrik permurnian dan pabrik bahan kimia. Penyebab utamanya adalah dari listrik, rokok, gesekan, pemanasan berlebihan dan permukaan panas.

Dari data asuransi pabrik (Factory Mutual) di Amerika Serikat penyebab kebakaran yang berjumlah hingga 25.000 kebakaran dalam tempo 10 tahun terakhir diakibatkan oleh listrik 23%, rokok 18%, gesekan 10%, suhu proses tidak normal 8%, permukaan panas 7%, penyalaan api yang tidak benar 7% dan akibat pembakaran 3%.

Jika kita menghadapi peristiwa kebakaran maka elemen pokok keselamatan kebakaran antara lain :
  • Keluarkan penghuni 
  • Minimalkan kerugian dan gangguan properti 
  • Lakukan pemadaman atau pembatasan api
Dalam kasus kebakaran, mitos yang umum difahami begini :
  • “Orang akan terbunuh oleh api”. Itu tidak benar, akan tetapi pembunuh nomor 1 dalam kebakaran adalah karbon monoksida (CO), bukan api. 
  • “Api akan melalap jalan keluar”. Yang benar adalah asap, awan dan jelaga yang melalap jalan keluar. 
  • Orang cenderung menunggu untuk diselamatkan. Tidak begitu ! Berbuatlah untuk menyelamatkan diri, terlebih jika berada di gedung lantai atas, tangga mobil penyelamat hanya bisa mencapai lantai 6. 
  • “Banyak waktu untuk menyelamatkan diri”. Tidak begitu. Tempo satu menit sangat cepat bagi api untuk menjalar dari kebakaran kecil hingga yang tidak bisa diatasi. 
  • Sebuah Kebakaran harus mempunyai empat hal untuk bisa menyala dan mempertahankan pembakaran antara lain bahan bakar, panas, oksigen dan reaksi rantai.
Titik Nyala
Definisi titik nyala adalah suhu minimum di mana zat cair melepaskan uap yang cukup untuk membentuk campuran yang mudah terbakar. Pada umumnya semakin rendah titik nyala sebuah cairan, semakin besar bahayanya.
Sedang kategori cairan mudah terbakar mempunyai titik nyala di bawah 38ºC. Cairan ini lebih berbahaya dari pada kategori cairan yang mudah menyala karena bisa terbakar pada suhu kamar.
Golongan cairan mudah menyala mempunyai titik nyala pada atau di atas 38ºC. Cairan ini dapat menyebabkan kebakaran hebat dan/atau bahaya ledakan apabila dipanaskan.

Kelompok Cairan Mudah Menyala dan Mudah Terbakar
Berikut kelompok beberapa cairan mudah terbakar :

Nama Lazim
Titik Nyala (oC)
Kelas IA
Etil Eter
- 45
Kelas IB
Bensin
- 43

Metil Etil Keton
- 6
Kelas IC
Toluena
4

Xilena  
27 - 46

Terpentin
35
Rencana yang baik untuk penggunaan yang aman atas cairan mudah terbakar dan mudah menyala paling kurang terdiri atas komponen program keselamatan kebakaran berikut :
  1. Kontrol sumber pembakaran 
  2. Penyimpanan yang benar 
  3. Kontrol kebakaran 
  4. Penanganan yang aman
Perilaku api
Perilaku Api

Gas memuai yang panas bergerak secara vertikal yang bergantung pada kekencangan, konstruksi, Angin luar, suhu internal/eksternal, lubang vertikal, tangga, poros elevator dan poros ventilasi.   

Sedang bahaya kebakaran timbul akibat beberapa sumber yang mudah menyulut api seperti cairan yang mudah terbakar, gas mudah terbakar dan sejenis kayu, kertas ataupun karton. Disisi lain ada beberapa contoh yang merupakan sumber panas penyebab kebakaran seperti rangkaianlistrik, bisa berupa hubungan pendek, bunga api dan saklar. Sumber lain seperti penumpukan panas, permukaan panas, pemanas ruangan, pengelasan, rokok dan listrik statis.

Klasifikasi Kebakaran

Klasifikasi
Sumber Kebakaran
Jarak pemadaman yang direkomendasikan
A
Kebakaran biasa seperti kain, kertas, kayu, batubara
~23 m
B
Cairan mudah terbakar/menyala seperti  gas, oli, bensin, bahan bakar diesel
~15
C
Kabel alat listrik bertenaga, motor
Dari dekat
D
Logam mudah menyala seperti sodium, magnesium, titanium
~23 m
K
Api restoran yang berkaitan dengan memasak
Dari dekat

Cara dan bahan pemadam

Klasifikasi
Cara Pemadaman
     Bahan Pemadam
A
Dipadamkan dengan pendinginan atau mengecilkan api
Air
B
Dipadamkan dengan menghambat pelepasan uap mudah menyala atau menghambat dengan pelepasan reaksi bahan kimia radikal OH
CO2 atau serbuk kering : monoamonium posfat
C
Agen pemadam tidak boleh bersifat konduktif
CO2 atau serbuk kering
D
Bahan pemadam kebakaran harus menyerap panas dan tidak boleh bereaksi dengan logam
Serbuk kering khusus, pasir
K
Cara khusus sesuai sifat bahan kimia
Bahan kimia cair yang bersifat khusus

Sistem Alarm Kebakaran

Sistem alarm harus diikenali dan diikuti oleh setiap personil terutama para pekerja setempat. Dalam hal ini alat harus terdengar jelas dan dipasangkan pada tempat yang dapat dilihat.
Disisi lain, alat juga harus teruji keterandalan sistemnya karena kegagalan sistem bisa saja tidak tampak sehingga sistem tetap dalam pengawasan dan pemantauan secara terpadu terpadu. Termasuk ada pengujian, perawatan dan cadangan.

Prinsip Kerja Detektor Asap
  • Partikel alfa dari Amerisium-241 (garis merah) mengionkan molekul udara (bola pink dan biru). 
  • Ion membawa arus kecil antara dua elektroda. 
  • Partikel asap (bola cokelat) yang menempel pada ion mengurangi arus dan memicu alarm.

Manual Pull Stations
Pull Station Manual merupakan alat yang terpasang di dinding (biasanya di dekat pintu keluar). Bekerja dengan cara mengirim sinyal ke sistem alarm kebakaran gedung jika diaktifkan dan menempatkan bangunan dalam status siap siaga. Terkadang jika seseorang menerima respon kebakaran, biasanya orang enggan membunyikan alarm kebakaran.

Menggunakan Alat Pemadam Api

  1. Pull/Tarik 
  2. Aim/Arahkan 
  3. Squeeze/Himpit 
  4. Sweep/Padamkan
Keuntungan air untuk pemadaman :

   Air sangat efektif untuk memadamkan kebakaran Kelas A, dengan mendinginkan api dan udara sekitarnya.
   Air biasnya tersedia.
   Air dapat digunakan untuk menyiram tim pemadam kebakaran agar mereka terhindar dari paparan panas.
Kekurangan

   Air TIDAK boleh digunakan untuk mengendalikan kebakaran Kelas B atau C.
   Tekanan yang tidak memadai atau terlalu tinggi dapat menimbulkan masalah.
   Volume air dapat dihambat oleh panjang saluran dan selang air (hilang gesek ~3500 Pa untuk setiap 3 meter selang dengan diamter 4 cm).
   Katup selang pemadam dapat tersumbat karena material yang tidak tersaring masuk ke dalam slang tersebut.
   Hidrogen dapat timbul jika air disiramkan pada api  yang sangat panas.
Kebakaran Listrik
Ambil tindakan, cabut steker atau matikan daya listrik pada kotak sekring (fuse box). Hal ini kan memadamkan api seketika.
Lingkupi api dengan selimut api (fire blanket), atau gunakan serbuk kering.
Jangan sekali-kali menggunakan air untuk memadamkannya.

APA YANG HARUS DILAKUKAN BILA SESEORANG TERPERANGKAP DALAM KEBAKARAN

Jika Anda terpaksa terjebak dalam kebakaran:
                        BERHENTI – di tempat Anda

                        TURUN – ke lantai
                        MENGGULING – di sekitar lantai

Hal ini akan meminimalkan nyala, yang mungkin dapat menyelamatkan jiwa anda.
            Ingat BERHENTI, TURUN dan BERGULING

Jika teman kerja Anda terjebak dalam kebakaran:
            Memadamkan api dengan mengambil selimut api
            Selimuti mereka.
            Dapat menyelamatkan mereka dari luka bakar serius atau kematian.

KAPAN TIDAK PERLU MEMADAMKAN API ?

Jangan memadamkan api, apabila:
          Api lebih besar dari tempat sampah kertas
          Satu alat pemadam api tidak cukup
          Api menjalar jauh dari tempat asal mulanya
          Asap mengganggu pernapasan Anda
          Anda tidak dapat memadamkan api sendirian hingga bisa lolos
          Api menghambat satu-satunya jalan keluar
          Peralatan pemadam api Anda tidak memadai
JANGAN MEMADAMKAN API SENDIRIAN
MINTALAH BANTUAN
Apabila…

            - Bubuk yang ada pada alat pemadam api habis
            - Jalan keluar Anda terancam
            - Alat pemadam api ternyata tidak efektif
            - Anda tidak akan dapat memadamkan api dengan aman
SEGERA TINGGALKAN AREA TERSEBUT

Pedoman Penyimpanan
v  Semua penyimpanan harus berjarak paling kurang 1 m dari panel listrik. Pada sebagian situasi darurat, panel tersebut perlu diakses dengan cepat.
v  Jaga jarak paling kurang 1 m dari permukaan panas, saluran air, pemanas, dan perkakas lampu.
v  Dilarang menyimpan bahan mudah menyala di ruang mekanis.
v  Dilarang menyimpan di lorong-lorong sempit dan tangga bangunan. Lorong yang semrawut akan menghambat evakuasi jika terjadi keadaan darurat.
v  Penyimpanan tidak boleh melebihi bidang  0,45 m di bawah sprinkler head (penyiram air) atau detektor asap. Penyimpanan yang melanggar bidang ini dapat menghalangi sprinkler head menyiram ruangan secara penuh apabila terjadi kebakaran.

Mitos mengenai Sistem Sprinkler
         Sistem sprinkler akan menyebabkan kerusakan air  secara berlebihan

        Sprinkler menggunakan air dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan selang pemadam kebakaran.
        Sprinkler mengeluarkan air sebanyak kurang lebih 30 – 90 liter per menit dibandingkan dengan selang air sebanyak 190 – 475 liter per menit.
        Sprinkler bekerja sangat awal saat mulai terjadinya kebakaran, sehingga membutuhkan air dalam jumlah lebih sedikit.
          Pada saat terjadi kebakaran, setiap sprinkler menyemprotkan air
        Sprinkler head diaktifkan masing-masing oleh kebakaran.
        Lebih dari 50% kebakaran dikontrol oleh £ 4 sprinkler head, dan pada umumnya kebakaran dikontrol dengan satu sprinkler.
          Pipa meledak karena pembekuan
        Sprinkler dapat dilindungi dengan berbagai bentuk perlindungan pembekuan, seperti memasang sistem pengering atau memasang elemen pemanas guna melindungi sistem sprinkler.
Mitos lain mengenai Sistem Penyemprot Air
         Sistem sprinkler bisa aktif secara tidak disengaja
        Sprinkler sangat andal; kemungkinan terjadinya pengaktifan tanpa bantuan mekanis adalah 1 dalam 16 juta;  Operator truk forklift harus mengetahuinya agar bisa menghindarinya.
         Detektor  asap cukup memberikan perlindungan
        Detektor asap memberikan peringatan awal dan menyelamatkan jiwa, namun tidak melakukan sesuatu untuk memadamkan api atau melindungi mereka yang secara fisik tidak bisa menyelamatkan diri mereka sendiri.
        Terlalu sering bahwa detektor asap yang menggunakan baterai tidak dapat berfungsi karena baterainya mati atau dicabut.
         Sprinkler dirancang untuk melindungi properti, namun tidak efektif untuk keselamatan jiwa

        Sprinkler dapat mengurangi kerugian properti hingga 85%.
        Menggabungkan sprinkler dan sistem peringatan dapat mengurangi seluruh cedera, korban jiwa dan kerusakan properti hingga 50%.

Perencanaan Keselamatan Kebakaran

         Konstruksi
        Bahan bangunan
        Peringkat ketahanan terhadap kebakaran (fire-resistive ratings) (menit ke jam)
        Penyelesaian interior (3 kelas: A, B & C)
         Menguasai api
        Pembatasan tangga dan tembok tahan api (fire wall)
        Pisahkan unit bangunan atau zona (mengontrol penyebaran)
        Pintu tahan api (fire door)
        Asap, panas dan kontrol gas yang merugikan
        Keluar
         Jalan keluar
              Dua jalan keluar, keluar ke tempat yang aman.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites