Kekasaran (Ruggedness)

Kekasaran (Ruggedness) merupakan tingkat reprodusibilitas hasil yang diperoleh di bawah kondisi yang bermacam-macam yang diekspresikan sebagai persen standar deviasi relatif (% RSD). Kondisi-kondisi ini meliputi laboratorium, analis, alat, reagen, dan waktu percobaan yang berbeda.
Kekasaran suatu metode mungkin tidak akan diketahui jika suatu metode dikembangkan pertama kali, akan tetapi kekasaran suatu metode akan kelihatan jika digunakan berulang kali. Suatu pengembangan metode yang bagus mensyaratkan suatu evaluasi yang sistematik terhadap faktor-faktor penting yang mempengaruhi kekasaran suatu metode.
 Strategi untuk menentukan kekasaran suatu metode akan bervariasi tergantung pada kompleksitas metode dan waktu yang tersedia untuk melakukan validasi. Penentuan kekasaran metode dapat dibatasi oleh kondisi-kondisi percobaan yang kritis, misalkan pengecekan pengaruh kolom kromatografi yang berbeda (pabrik dan jenisnya sama) atau pengaruh-pengaruh operasionalisasi metode pada laboratorium yang berbeda. Dalam kasus seperti ini, semua faktor harus dijaga konstan seperti fase gerak dan reagen-reagen yang digunakan.

Protokol validasi metodenya :Dengan cara yang serupa dengan studi stabilitas, larutan baku senyawa obat dengan matriksnya harus dianalisis secara sistematis dengan memvariasi kondisi-kondisi operasional. Nilai terukur senyawa dan pengaruh-pengaruhnya pada akurasi, presisi, dan faktor-faktor pemisahan harus dicatat.

Kondisi-kondisi yang diuji harus mencakup :

a. Operator-operator yang berbeda pada laboratorium yang sama
b. Alat-alat yang berbeda pada laboratorium yang sama
c. Laboratorium-laboratorium yang berbeda
d. Pengubahan sumber reagen dan pelarut
e. Pengubahan kolom dengan yang baru (dengan jenis dan pabrik pembuat yang sama)

Metode harus cukup kasar terkait dengan semua parameter kritis sehingga memungkinkan untuk digunakan analisis secara rutin.

Ref :
Snyder, L. R., Kirkland, S.J., and Glajch, J.L., 1997, Practical HPLC Method Development, John Wiley & Son, New York.

0 comments:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites