Kadar Kafein pada Beberapa Merek Kopi

Photograph supplied by Anif Usman
Beberapa waktu lalu saya menguji kandungan kafein pada beberapa merek kopi yang beredar di pasaran. Merek yang saya sampling antara lain Kapal api, Kopi Lampung, Kopi Luwak, Nescafe dan Kopi cap Singa. Semua dalam bentuk bubuk murni, bukan kemasan kopi campur (coffee mix). Metode pengujian saya pilih dengan metode TLC densitometri atau kromatografi lapis tipis (KLT) dengan eluen etil asetat : metanol : air (100 : 13,5 : 10) dan fase diam menggunakan silika gel 60 F254. Sedangkan jarak rambat eluasi 8,5 cm dan Rf kafein 0,44.

Hasil analisis kadar kafein pada beberapa merek kopi yang beredar di pasaran sangat variatif. Secara umum orang memilih kopi bukan karena berapa kadar kafein yang terkandung, tapi karena kenikmatan yang telah dirasa, termasuk efek sedatifnya, itu yang dipilih.
Kalau dalam kemasan produk rokok tertera kadar nikotin dan tar tiap batangnya, bisa jadi di masa yang akan datang juga dituliskan kadar kafein, teofilin atau teobrominnya pada tiap kemasan kopi.

Kafein merupakan jenis metabolit sekunder alkaloid yang secara alamiah terdapat dalam biji kopi, daun teh, biji coklat ataupun biji kola. Kafein memiliki berat molekul 194.19 dengan rumus kimia C8H10N8O2 dan mempunyai pH 6.9 dalam larutan kafein 1% dalam air.
Dari sisi medis, efek langsung kafein terhadap kesehatan sebetulnya tidak ada, tetapi yang ada adalah efek tak langsung, seperti menstimulasi pernafasan dan jantung, serta memberikan efek samping yang tidak enak seperti rasa gelisah (neuroses), tidak dapat tidur (insomnia), dan denyut jantung tak berarturan (tachycardia).
Efek farmakologi dan efek samping kafein pada setiap orang berbeda-beda, tergantung kepekaan setiap orang terhadap kafein. Beberapa expose mengenai kepekaan kafein terhadap ibu yang sedang hamil menyebutkan bahwa konsumsi kafein menyebabkan kelahiran bayi yang cacat. Namun demikian memang belum ada penelitian pra klinik maupun klinik terhadap manusia dan hewan mengenai efek kafein pada konsumsi kopi normal.
Meskipun demikian tetap disarankan pada perempuan yang sedang hamil untuk mengurangi konsumsi kafein setiap harinya.

Berikut ini adalah kandungan kafein dalam beberapa kemasan produk kopi yang ada di pasaran :

Perbedaan kandungan kafein dalam kopi memang menunjukkan adanya proses pengolahan biji kopi yang berbeda. Secara umum kebanyakan produk olahan kopi dibuat agar mempunyai kadar kafein yang rendah.
Ada beberapa cara pengolahan kopi agar mempunyai kadar kafein yang rendah, antara lain dengan memfraksi kafein dengan pelarut organik, proses bioteknologi dan metode Swiss Water Process.
Penggunaan pelarut kimia bisa dilakukan dengan memfraksi senyawa semipolar kafein, langsung dari biji kopi. Jika menggunakan bioteknologi biasanya dengan memanfaatkan bakteri yang dipasangkan dengan theophylline, yaitu senyawa yang dihasilkan untuk merusak kafein (caffeine) pada tanaman kopi dan teh. Diharapkan bakteri ini dapat menghancurkan kafein secara cepat, tetapi tetap mempertahankan rasa alami kopi yang nikmat. Atau dapat pula menggunakan tehnik Swiss Water Process yaitu menggunakan air panas dan uap untuk memisahkan kafein dari biji kopi.

Bagi para penggemar kopi bisa memilih sesuai keinginan, kalau saya tentu memilih kopi yang mempunyai aroma nikmat. Tapi kalau sudah tahu kadar kafein di setiap merek kopi, tentu juga saya pilih kopi yang paling nikmat diantara kadar kafein yang terendah.
Meskipun kopi memberikan banyak manfaat, ada yang paling penting yaitu bagaimana kita bisa mengkonsumsi kopi secara wajar. Karena kebanyakan minum kopi akan memberikan efek samping yang disebabkan oleh kandungan kafein. Secara umum, minum kopi sampai 6 gelas (terkandung + 600 mg kafein) memang belum memberikan efek samping. Namun demikian perlu diperhatikan juga kandungan kafein juga ada didalam teh, minuman berenergi, es cream, termasuk juga obat ringan seperti obat sakit kepala.
Berikut ini efek samping yang muncul jika kebanyakan minum kopi :

1. Gelisah
Tidak semua orang mengalami efek samping gelisah, namun penelitian di University of Michigan membuktikan keparahannya bisa menyebabkan seseorang mudah tersinggung bahkan sampai tangannya gemetar.

2. Gangguan kardiovaskular
Jantung akan terasa berdebar-debar bila terlalu banyak minum kopi, karena dalam kadar tertentu kafein dapat mempengaruhi susunan saraf pusat di otak.

3. Sakit kepala

Efek sakit kepala bisa muncul jika mengkonsumsi terlalu banyak, misalnya minum lebih dari 2-3 cangkir kopi espresso atau 5-6 cangkir kopi biasa setiap hari.

4. Gangguan pencernaan
Dikeluhkan juga rasa mulas dan rasa mual dalam perut. Bukan karena kopinya sudah basi, tapi kafein itu sendiri memang meningkatkan produksi asam di lambung sehingga tidak dianjurkan minum kopi sebelum makan.

5. Gangguan kencing
Disaat udara dingin, menghangatkan diri dengan minum kopi bukanlah ide yang baik. Hawa dingin saja sudah menyebabkan kencing menjadi lebih sering, ditambah efek samping kafein sebagai diuretik maka beser akan tambah parah.

6. Insomnia
Efek samping paling umum dari minum kopi terlalu banyak adalah tidak bisa tidur. Umumnya efek ini berdampak bagi kaum usia lanjut. Bagi yang masih muda mungkin hanya memicu rasa lelah saja.

Bagi penggemar kopi, paling aman adalah minum dalam jumlah wajar agar kafeinnya memberikan manfaat bagi tubuh kita, namun berefek samping seminim mungkin.
Salam kopi ndangdut...

9 comments:

Infonya berguna sekali mas. Saya sedang menyembuhkan kecanduan kopi, dan caranya dengan mengendalikan asupan kafein tiap harinya. Info ttg kopi Indonesia susah ditemukan, untungnya bapak menulis di sini. Walaupun ternyata kandungan kopi "tubruk" itu mirip2 brewed coffee ya? (kira2 2x kopi instan, sekitar 120mg kafein per gelas).

Salam.

Infonya sangat berguna sekali.,
Saya sedang mencari kopi dengan kadar kafein tertinggi,.
Karena saya ingin menghilangkan kantung mata saya.,

Tapi bener gag sih, kafein itu dapat menghilangkan kantung mata.,??

Info yang sangat bermanfaat untuk saya (dan pasti juga untuk pembaca lain yang memerlukan). Saya penggemar kopi tapi tekanan darah cenderung tinggi (genetik), dengan penelitian Bapak saya jadi bisa memilih kopi dengan kadar kafein yang paling rendah. Terima kasih dan selamat berkarya menghasilkan informasi berguna yang lain. Sukses ya Pak.....

setau sy kafein yang dikonsumsi terus menerus walaupun dalam taraf wajar tetap akan mengakibatkan kecanduan. sehingga efek2 buruk kafein lama kelamaan akan kita rasakan dan tidak hilang kalo belum meminum kopi lagi(addicted).Tetapi mudah caranya menghilangkan kecanduan kafein kok...bersambung.

selamat pagi...

sata ingin bertanya o.63% kafein itu setara dengan berapa miligram/ gram kopi nescafe yh.. terima kasih

penelitian yang sangat bermanfaat Pak. Terima kasih. Mungkin akan lebih mudah dipahami lagi dalam ukuran miligram/gram. Karena dalam prosentase harus diketahui berat dalam kemasan (bila b/b).

saya udah lama gak minum kopi karena dilarang sama dokter. tapi masih pengen minum kopi. dari daftarnya sepertinya nesacafe cukup rendah kadar kafeinnya ya... hm...

Makasih ilmunya, izin share ya.

Mohon ijin untuk di share ya pak

#elis

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites