Tempuyung (Sonchus arvensis L.)

Suku : Asteraceae (Compositae)

Kandungan kimia
Daun Sonchus arvensis L. mengandung senyawa lipida (diasil galaktosilgliserol; monoasilgalaktosil gliserol dan diasil digalaktosil gliserol); golongan flavonoid; flavon (Apigenin-7-glikosida; Luteolin-7-glikosida; Luteolin-7-glukuronida; Luteolin-7-rutinosida (sedikit); Aesculetin suatu golongan senyawa kumarin. 2,6)


Pada jenis yang lain yaitu Sonchus macrocarpus ditemukan golongan sesqui-terpen lakton, dengan tipe eudesmanolida dan guaianolida yang terdapat pada akar, yakni Sonchucarpolide, 15-hidroksi-4b, 15-dihidroreinosin dan 15-hidroksi-4b,15,11b,13-tetrahidroreinosin.5)


Disamping itu pada daun Sonchus macrocarpus ditemukan; Lupeil asetat, b-amirin, lupeol, sitosterol dalam bentuk aglikon, glikosida, dan pinoresinol.

Kegunaan di masyarakat
Umumnya digunakan untuk merangsang keluarnya air seni (diuretikum), juga digunakan untuk melarutkan batu ginjal (litotriptik).7)

Efek biologi
Diuretik, litotriptik

Dosis
Daun sebanyak 5 helai direbus dengan 2 gelas air, hingga airnya tinggal 1 gelas.6)

Deskripsi
Perawakan: semak tegak, dengan akar tunggang kuat, bergetah susu, 1 - 15 cm. Batang: beralur gundul, tidak bercabang di bagian atas berambut kelenjar, lebar lebih dari 1 cm.
Daun: tunggal, daun pada vegetatif duduk dalam susunan roset akar, pada masa generatif duduk memeluk batang, berseling, daun rata-rata berbentuk bulat memanjanyirip dengan lobus terminal terbesar, pag - sudip memanjang - berlekuk menangkal bentuk panah - membulat dengan telinga, ujung dengan mukro, permukaan bawah terang, 6-38 cm x 1-8 cm, yang teratas terkecil. Bunga: susunan kepala 2 - 2,5 cm berdaun pembalut (involucre), susunan malai.

Daun pembalut: rata-rata1,5 cm, daun pelindung garis - lanset, ujung tumpul, bagian luar rambut kelenjar. Tangkai induk: 2-8 cm, berambut kelenjar. Mahkota: tubuler, 2 - 2,5cm, kuning coklat kemerahan. Kelopak: mereduksi menjadi rambut (pappus), rata-rata 1,5 cm. Benang sari: 5, berlekatan di sekitar tangkai putik, pangkal bentuk panah, ujung tumpul. Putik: kepala putik cabang-cabang, tangkai tipis. Buah: tipe achene, bulat memanjang sempit, menyempit di bagian ujung dan pangkal, pipih lateral, gundul, coklat, pappus banyak, putih.2)

Asal-usul : Eropa dan Asia Barat Daya
Waktu berbunga : Januari - Desember


Distribusi
Di Jawa pada elevasi 50 - 2400 m dpl, daerah pertanian, lereng pengairan, dinding teras bukit, aliran sungai, kebun the dan kina.

Keanekaragaman
Terdapat tipe-tipe tanah kapur, non kapur.

Sifat khas
Duduk daun roset, perbungaan komposit yang kuning, biji terbang angin.

Pustaka

  1. Anonim, 1977, Materia Medika Indo-nesia, jilid I, Departemen Kesehatan RI, p.100.
  2. Backer, C.A., And Bakhuizen, R.C.B., 1968, Flora of Java, Vol II & III, P.Noordhoff, Groningen.
  3. Baruah, P., Baruah, N., C., Sharma, R;P; Baruah JN; Kulanthaivel P, Herz. W., 1983, "Monoacyl galactoglycerol from Sonchus arvensis", Phytochemistry, Vol 22, No.8, p.1741-1744.
  4. Heyne, K., 1987, Tumbuhan Berguna Indonesia, Jilid III (terjemahan), Yayasan Sarana Wanjaya, Jakarta, p.1850.
  5. Mahmoud, Z., El-Masry. S., Amer, M; Ziesche, J; Grenz, M; 1984, "Sesquterpene lactones from Sonchus macrocarpus", Phytochemistry, Vol 23, No.5, p.1105-1107.
  6. Mahmoud, Z., El-Masry. S., Amer, M; Ziesche, J; Bohlman, F; 1983, "Two eudesmanolides from Sonchus macrocarpus", Phytochemistry, Vol 22, No.5, p.1290-1291.
  7. Sri Sugati Syamsuhidayat, Johny Ria Hutapea, 1991, Inventaris Tanaman Obat Indonesia., Balitbang Kesehatan DepKes RI., p.536-537.

0 comments:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites