Sereh (Cymbopogon nardus (L.) Rendle.)


Tanaman Sereh
Kandungan kimia
Daun :  daun sereh dapur mengandung 0,4%  minyak atsiri dengan komponen yang terdiri dari sitral, sitronelol (66-85%), α-pinen, kamfen, sabinen, mirsen, β-felandren, p-simen, limonen, cis-osimen, terpinol, sitronelal, borneol, terpinen-4-ol, α-terpineol, geraniol, farnesol, metil heptenon, n-desialdehida, dipenten,  metil heptenon, bornilasetat, geranilformat, terpinil asetat, sitronelil asetat, geranil asetat, β-elemen, β-kariofilen, β-bergamoten, trans-metilisoeugenol, β-kadinen, elemol, kariofilen oksida.1,2,15)
Pada penelitian lain pada daun ditemukan minyak atsiri 1% dengan komponen utama (+) sitronelol, geranial (lebih kurang 35% dan 20%), disamping itu terdapat pula geranil butirat, sitral, limonen, eugenol, dan metileugenol.17)
Sitronelol hasil isolasi dari minyak atsiri sereh terdiri dari sepasang enansiomer  (R)-sitronelal dan (S)-sitronelal.20)
Pada jenis Cymbopogon yang lain (Cymbopogon giganteus chiovenda) mengandung minyak atsiri yang terdiri dari limonen, p-mentha-1,5, 8-trien; 1,2-limonenoksida;  p-mentha-2, 8-dien-1-ol; Dekan-2, 4-dien-1-ol; p-metilasetofenon; trans-p-menta-1(7), 8-dien-2-ol; Decan-2, 4-dienal; isopiperitenol; cis-p.menta-1 (7), 8-dien-2-ol; cis carveol; carvone; isopiperitenon; cuminil alkohol; perililaldehid; perilil alkohol.13)
Bila Anda membutuhkan minyak atsirinya, daftar harga silahkan klik disini.

Efek Biologi dan Farmakologi
Tanaman sereh: ekstrak yang larut dalam petroleum  eter  tanaman sereh berefek sebagai penolak serangga terhadap hewan uji lipas. 6)
Minyak atsiri :  Komponen aktif sebagai penolak serangga setelah dilakukan pemisahan dengan metode kromatografi adalah senyawa dengan Rf. 0,28 (kromatografi lapisan tipis) atau senyawa dengan waktu retensi 19,9 menit (kromatografi gas).6)
Hasil penelitian  lain  menyimpulkan bahwa minyak atsiri daun dan rimpang dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, Streptococcus hemolitik, Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, Bacilus subtilis, Salmonella typhimurium, Apergillus niger dan Candida albicans.4,14)

Kegunaan di masyarakat
Akar: digunakan sebagai peluruh air seni, peluruh keringat, peluruh dahak/obat batuk, bahan untuk  kumur, dan penghangat  badan.
Daun: digunakan sebagai peluruh angin perut, penambah nafsu makan, pengobatan pasca persalinan, penurun panas dan pereda kejang.3,20)

Cara pemakaian di masyarakat
Untuk penghangat badan:
5 gram akar segar Andropogon nardus, dicuci dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit kemudian diminum 2 kali sehari masing-masing  ½  gelas, pagi dan sore. 20)

Deskripsi Tanaman
Akar Sereh
Sinonim    : 
Andropogon citratus DC.,
Andropogon nardus L.,
Cymbopogon citratus (L.) Rendl.
 

Suku          : Poaceae (Gramineae)
Perawakan : rumput-rumputan tegak, menahun, perakarannya sangat dalam dan kuat.
Batang : tegak atau condong, membentuk rumpun, pendek, masif, bulat (silindris), gundul seringkali di bawah buku-bukunya berlilin, penampang lintang batang berwarna merah.
Daun : tunggal, lengkap, pelepah daun silindris, gundul, seringkali bagian permukaan dalam berwarna merah, ujung berlidah (ligula), helaian; lebih dari separuh menggantung, remasan berbau aromatik.
Bunga : susunan malai atau bulir majemuk, bertangkai atau duduk, berdaun pelindung nyata, biasanya berwarna sama, umumnya putih.
Daun pelindung : bermetamorfosis menjadi gluma steril dan fertil (pendukung bunga). Kelopak : bermetamorfosis menjadi bagian palea (2 unit) dan lemma atau sekam (1 unit). Mahkota : bermetamorfosis menjadi 2 kelenjar lodicula, berfungsi untuk membuka bunga di pagi hari.
Benang sari : berjumlah 3-6, membuka secara memanjang.
Putik : kepala putik sepasang berbentuk bulu, dengan percabangan berbentuk jambul.
Buah : buah padi, memanjang, pipih dorso-ventral, embrio separo bagian biji.5)

Asal-usul               :  Ceylon.
Waktu berbunga    :  Januari -  Desember.5)

Daerah distribusi, Habitat dan Budidaya
Tumbuh pada daerah dengan ketinggian 50-2700 m dpl.
Di Sri Lanka, tanaman ini tumbuh alami, namun da-pat ditanam pada berbagai kondisi tanah di daerah tropika yang lembab, cukup sinar matahari dan dengan curah hujan yang relatif tinggi.   
Di Indonesia banyak terdapat di Jawa,ditepi jalan atau dipersawahan dan dikenal dengan nama  Sere (New Citronella grass).5) Biasanya tumbuh di dataran  rendah  pada  ketinggian  60-140 m dpl. 2,5,16)
Perbanyakan :  dapat  diperbanyak dengan  potongan  rimpang.  Jarak tanam yang dianjurkan adalah 0,5-1 meter.
Pemanenan :  dilakukan  bila tinggi tanaman telah mencapai 1-1,5 meter. Pemotongan pertama dilakukan pada umur 6-9 bulan. Pemanenan selanjutnya dilakukan selang 3-4 bulan (umur panen sangat mempengaruhi rendemen minyak atsiri). 2,16)
Penurunan  intensitas   cahaya   matahari  sampai 50% dan pemupukan urea sampai 100kg/ha dapat berefek pada peningkatan hasil minyak atsiri sereh wangi.  Berat segar daun dan berat bahan kering daun hanya dipengaruhi oleh dosis pemupukan nitrogen. Kadar air daun hanya dipengaruhi intensitas cahaya matahari. Tinggi tanaman dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari dan dosis pemupukan nitrogen dan keduanya terdapat interaksi dalam mempengaruhi tinggi tanaman. 1)
Pada jarak tanam yang rapat dapat berefek pada peningkatan jumlah daun atau anakan pada 5-7 MST, jumlah anakan/rumpun pada 5-15 MST; begitu pula produksi bahan tanaman pada 24 MST serta tidak berpengaruh pada kandungan geraniol dan sitronelol. Interaksi antara jarak tanam dan pupuk NPK berpengaruh terhadap tinggi tanaman pada 5 MST dan jumlah anakan/rumpun pada 19 MST. Interaksi antara pupuk kandang den pupuk NPK berpengaruh pada jumlah daun/anakan pada 5 MST. Interaksi antara pupuk kandang, jarak tanam dan pupuk NPK berpengaruh pada  jumlah anakan/rumpun pada 21 MST. 10)
Semakin rapat jarak tanam dapat berefek pada peningkatan hasil minyak atsiri; jarak tanam yang semakin lebar berpengaruh pada tinggi tanaman yang semakin tinggi; dosis pemupukan tidak berefek pada peningkatan hasil minyak atsiri dan tinggi tanaman. Jarak tanam dan dosis pemupukan yang berbeda tidak berefek pada perbedaan hasil berat daun segar dan diameter kanopi pada saat panen. Jarak tanam 50 x 50 cm berefek pada lebih beratnya daun kering dari pada jarak tanam yang lebih lebar; sedangkan perbedaan dosis pemupukan tidak berpengaruh. Dosis pemupukan urea 50 kg/ha sampai 100 kg/ha dapat berefek pada kenaikan jumlah anakan pada saat panen, sedangkan jarak tanam 90x90 cm akan mempercepat pembentukan anakan. 22)

Pustaka
  1. Anonim., 1984. Aplication of Gas-liquid Chroma-tography to The Analysis of Essential oils, Part XI, Monographs for Seven Essential Oil Analyst, Vol. 109, 1348 
  2. Anonim., 1985. Serai Dapur (Cymbopogon nardus var. flexuosus Hack.), BALITRO, Edisi Khusus,  Mei, No. 2, Bogor.
  3. Anonim., 1985. Tanaman Obat Indonesia, Jilid I, Departemen  Kesehatan RI, Jakarta, 74 
  4. Arzani, M.N., Soeharso., dan Riyanto, R., 1992. Aktivitas Antimikroba Minyak Atsiri Daun Beluntas, Daun Sirih, Biji Pala, Buah Lada, Rimpang Bangle, Rimpang Serei, Rimpang Laos, Bawang Merah dan Bawang Putih secara In Vitro, Laporan Penelitian, Fak. Farmasi UGM, Yogyakarta 
  5. Backer, C.A. & Bakhuizen v.d. Brink, R.C., 1968, Flora of Java, Volume III, Wolters Noordhoff N.V., Groningen,  611 
  6. Cahyana, A.,  1989.  Daya Mengusir Serangga dari Tanaman Lorosetu (Andropogon zizanioides Urban) dan Tanaman Serei (Cymbopogon nardus Rendle), Skripsi,  Fak. Farmasi UGM, Yogyakarta 
  7. Hegnauer, R., 1986.  Chemotaxonomie  der  Pflan-zen,  Birkhäuser  Verlag,  Stuttgart. 
  8. Istifada, S., 1999. Konversi Sitronelal Hasil Isolasi Minyak Serei Menjadi Mentol Melalui Reaksi Hi-drogenasi Katalitik, Tesis, Program Studi Kimia, Jurusan Ilmu-ilmu Matematika dan Pengetahuan Alam, Pascasarjana UGM, Yogyakarta. 
  9. Istitarini, N.,1992. Isolasi sitronelal dari minyak serei hasil penyulingan dan minyak serei di pasaran, yang diperoleh dari tanaman serei wangi (Cymbopogon winterianus Jowwit), Skripsi Fak. Farmasi UGM, Yogyakarta. 
  10. Kirtomo,  A.,  1984.  Pengaruh Jarak Tanam dan Dosis Pemupukan Nitrogen terhadap Hasil Minyak pada Tanaman Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle), Skripsi, Fak. Pertanian UGM, Yogyakarta 
  11. Mardisiswoyo, S. dan Rajakmangunsudarso, H., 1985. Cabe Puyang Warisan Nenek Moyang II, PN Balai Pustaka, Jakarta, 119. 
  12. Marhendra., 1982. Pengaruh Intensitas Cahaya Matahari dan Dosis Pemupukan Nitrogen terhadap Hasil Minyak Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle), Skripsi, Fak. Pertanian UGM, Yogyakarta
  13. Popielas, L.,    Moulis, C., Foureste, J., Bessiere, J.M., 1991, The Essential Oil of Cymbopogon giganteus, Planta Medica, 57, 586-587. 
  14. Radji, M., Asmanizar., Hayati, L., 1996. Peme-riksaan Pendahuluan Daya Antibakteri Beberapa Minyak Atsiri, Prosiding Simposium Penelitian Bahan Obat Alami VIII, PERHIBA dan BALITRO, Bogor,  456 
  15. Rusli, S., Sumangat, D., dan Sumirat, I.S., 1979. Pengaruh Lama Pelayuan dan Lama Penyulingan terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Pada Penyulingan Serai Dapur, Pemberitaan LPTI  Juli-September No. 30, Bandung 
  16. Sastrahidayat, I.R. dan  Soemarno.,1991. Budida-ya Tanaman Tropika, Penerbit Usaha Nasional, Surabaya, 473 
  17. Schneider, G., 1985, Pharmazeutische Biologie, 2Aufl. BI-Wissenschafts-verlag Mannheim, p.190 
  18. Siallagan, J., 1997. Isolasi Sitronelal dari Minyak Serei dan Mempelajari Reaksi-Reaksinya terhadap HCl pekat, H2SO4 pekat dan H2SO4 encer pada Suhu 5oC, Tesis, Program Studi Ilmu Kimia Jurusan MIPA UGM, Yogyakarta. 
  19. Sitorus,  M.,  1995. Esterifikasi  Radinol dari Mi-nyak  Sereh dengan Anhidrida Asam Karboksilat, Tesis Program Studi Ilmu Kimia, Jurusan Ilmu-ilmu Matematika dan Pengetahuan Alam, Pasca Sarjana UGM, Yogyakarta. 
  20. Syamsuhidayat,  S. S.,  dan  Hutapea, J.R., 1991. Inventaris Tanaman Obat Indonesia I, Departemen Kesehatan  RI, Jakarta, 50 
  21. Wagner,   H.,  1993.   Pharmazeutische Biologie,   Gustav Fischer Verlag, Stuttgart, New York,  60-61 
  22. Wiroatmodjo, J., Tarigans, D.D., dan Rahman, F., 1991. Pengaruh Pupuk Organik, Anorganik dan Jarak Tanam terhadap Produksi Bahan Tanaman Serai Wangi (Cymbopogon nardus  Linn.), Buletin Agronomi  20, (1)

4 comments:

admin,bgs infonya,,,tetapi saya minta info tentang atsiri yg lengkap donk...brgkali pnya link atau web khusus buat atsiri doank..,,tlg bantuin yahh admin???saya mau buat referensi penelitian...trims

Untuk pembutan minyak atsiri bisa searching 'proses penyulingan minyak atsiri' atau 'proses enfleurasi'. Untuk komponen minyaknya bisa search pada hasil penelitian tanaman yag mengandung minyak atiri.

saya sering berkunjung di blog blog, postingan ini sangat menarik serta enak di baca tentang tanaman obat keluarga atau apotik hidup/serai.... saya berharap bisa berkunjung lagi

saya mendapatkan info ini denga kata kuncu "Cymbopogon Nardus". ternyata sereh ya? kebetuln sy sedang mencari referensi buat obat batuk anak. tks admin infonya

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites