Ketahanan (Robutness)

Ketahanan merupakan kapasitas metode analisis untuk tetap tidak terpengaruh oleh adanya variasi parameter metode yang kecil. Ketahanan dievaluasi dengan melakukan variasi parameter-parameter metode seperti: persentase pelarut organik, pH, kekuatan ionik, suhu, dan sebagainya. Suatu praktek yang baik untuk mengevaluasi Ketahanan suatu metode adalah dengan memvariasi parameter-parameter penting dalam suatu metode secara sistematis lalu mengukur pengaruhnya pada pemisahan. Sebagai contoh, jika suatu metode menggunakan asetonitril 36%-air sebagai fase geraknya, maka seorang analis lalu memvariasi persentase asetonitrilnya menjadi misalkan 33, 36, dan 39% lalu melihat pengaruhnya pada waktu retensi analit yang diuji.6)

Protokol Validasi Metodenya
Rubahlah sedikit parameter-parameter pemisahan yang meliputi persentase pelarut organik (± 2 sampai 5 %), kemiringan gradien yang digunakan (dengan 2 sampai 5 %), suhu kolom (± 1 sanpai 50C), pH bufer (sampai ± 0,5 unit pH), kekuatan ionik bufer, konsentrasi bahan-bahan tambahan dalam larutan bufer dalam fase gerak. Kromatogram yang representatif harus disiapkan untuk menunjukkan pengaruh-pengaruh variabel yang diukur dibandingkan dengan kondisi normal. Plotkan atau buatlah tabel hasil-hasil uji (faktor respon, nilai yang diukur, dll).
Metode harus cukup kuat terkait dengan semua parameter kritis sehingga memungkinkan untuk digunakan analisis secara rutin.

0 comments:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites