Drug Interactions

Gambaran fisiologisnya adalah interaksi obat terjadi apabila efek suatu obat dipengaruhi oleh berbagai cara karena kehadiran senyawa lain (bisa obat, makanan atau senyawa yang terdapat pada lingkungan).

Angka Kejadian Interaksi Obat
Interaksi obat yang merugikan merupakan penyebab dari 4,2 – 6 % dari jumlah total pasien yang dirawat di rumah sakit (USA).
Berbagai laporan mengenai kejadian interaksi obat sangat bervariasi, diperkirakan sangat tinggi, yaitu sekitar 50% dari pengobatan terjadi interaksi obat.
Nah.., bagaimana dengan yang terjadi di Indonesia…??
Resiko akan mengalami interaksi obat yang merugikan akan meningkat sejalan dengan semakin banyak obat yang diberikan, seperti pada pasien yang sedang mengalami terapi HIV. Disamping itu pada pasien ini juga telah banyak mengalami perubahan kondisi fisiologi.

Potensi Kejadian Interaksi obat
Pasien lanjut usia juga beresiko akan mengalami kejadian interaksi obat yang merugikan yang disebabkan karena perubahan kondisi metabolik dan fungsi ginjal dan polifarmasi.
Dengan semikian kunci utama bagi para klinisi adalah apakah interaksi obat yang terjadi berpotensi akan menimbulkan efek klinik yang signifikan atau tidak.


Makna klinik Interaksi Obat
Interaksi obat akan ditegakkan apabila mampu memberikan efek klinik yang berarti dan ketika interaksi obat tersebut berpotensi menimbulkan efek toksik atau mengurangi efek terapi obat.
Walaupun demikian, kejadian interaksi obat juga dapat dimanfaatkan untk menghasilkan efek klinik yang menguntungkan. Sebagai contoh, interaksi Ritonavir (ART/protease inhibitor) dengan senyawa lain yang mampu menghambat metabolismenya, mengakibatkan ritonavir hanya diberikan dalam dosis rendah pada pasien HIV dengan tujuan untuk meningkatkan konsentrasi dalam plasma obat ini.
Sedangkan manfaat lain dari “ritonavir-boosting” ini termasuk mengurangi penggunaan obat “penurun kadar lemak” mengurangi pembatasan makanan pada pasien dan meningkatkan respon dari aktifitas antivirus dalam terapi yang dialami pasien.

Klasifikasi Interaksi Obat
1. Minor drugs interaction
Umumnya tidak terlalu berpengaruh pada efek klinik dan tidak membutuhkan perubahan regiment terapi.(contoh : Furocemid and hydralazine).

2. Moderate drugs interaction
Jika terjadi interaksi, membutuhkan penyesuaian dosis dan monitoring ketat. (contoh : Rifampin and isoniazid).

3. Severe drugs interaction
Interaksi ini harus dihindari sedapat mungkin, karena berpotensi menimbulkan toksisitas yang berbahaya. (contoh : ketoconazole causes marked increases in cisapride exposure).

Situs obat-obat dan interaksi obat-makanan seperti ini :


0 comments:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites